Tampilkan postingan dengan label Sinusitis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sinusitis. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Agustus 2010

Back to Nature - Garlic

GarlicImage via Wikipedia
Garlic is one of the world's oldest medicines which have been used throughout history for the treatment of a wide variety of ailments. Its use can be traced back to ancient times and there are reports of its therapeutic properties in medical texts from ancient Rome, Greece, Egypt, India, and China. Egyptian and Indian cultures referred to garlic 5000 years ago and there is clear historical evidence for its use by the Babylonians 4500 years ago and by the Chinese 2000 years ago.

It is a "wonder" food and one of the herbs to have been extensively researched. Using modern analytical methods it has been possible to find out why this remedy is so effective in resolving many common ailments. It has anti-viral, anti-bacterial, anti-fungal and anti-cancer properties. It is a good source of fibre, protein, iron and zinc. Contains sulphur compounds; amino acids; minerals, such as germanium, magnesium, manganese, selenium and rich in vitamins A, B6, and C. It is also rich in a variety of powerful phytochemicals including allicin, allin and diallyl sulphide.

Garlic stimulates the immune system, improves circulation, kills intestinal parasites, and is a powerful antioxidant and antibiotic, in addition to many other health benefits. It is a good cold medicine, acts as a decongestant, expectorant, antispasmodic, and anti-inflammatory agent. It is also active against yeasts, removes toxic metals such as lead, copper and mercury from the body. It is the closest thing to a herbal wonder drug for treating infections, considered one of the safest herbs and can be found in almost all kitchens. As a natural antibiotic it can be taken in all types of infection, particularly those affecting the nose, throat and chest. It is effective against bacterial, fungal, viral, and parasitic infections. The volatile oil is excreted by way of the lungs (hence garlic breath) and fight infections in the upper airway.

Garlic is good for virtually any disease or infection. It prevents and heals arthritis, asthma, circulatory problems, colds and flu, digestive disorders, insomnia, liver disease, sinusitis, and ulcers. It is rich in sulphur which i.e. essential for healthy skin and hair (raw garlic is used by some to treat the symptoms of acne), and contains bioflavonoid components such as quercetin which retards inflammatory reactions. Quercetin stabilises mast cells (which contain histamine) and inactivates many inflammatory enzymes, which makes garlic a useful anti-inflammatory tool.

It is valuable in the treatment and prevention of heart disease. The constituent, allicin, decreases blood fats (triglycerides), reduces clot formation, lowers cholesterol and some studies even show a lowering of blood pressure - all major risk factors in heart disease. This heart-friendly herb can help reduce the risk of acute myocardial infarction and slow progression of coronary artery calcification.
Additionally, many studies have been done to show the value of garlic when used to prevent certain forms of cancer. Studies in animals have shown garlic has chemical properties that may help with disease prevention, such as scavenging free radicals that can harm cells and have found garlic may help against colon, skin, liver, breast, and other cancers.

Garlic is a hardy perennial plant belonging to the lily family, the same family as onions, asparagus, leeks, shallots, and chives. It is propagated from individual cloves which are planted from mid-autumn to mid-winter. Softneck bulbs, such as Artichoke and Silverskin varieties, tend to be larger, have more cloves and store longer than hardneck varieties. Artichokes often are mild-flavoured, but can become pungent when grown in cold climates. Softneck cultivars prefer milder climates, tend to more irregular in individual clove sizes, and lack the strong flavours of hardneck types.

Cooked prepared garlic is less powerful but still reputedly of benefit to the cardiovascular system. Garlic cloves cooked whole have very little medicinal value. Adding fresh garlic to food (raw and crushed), or crushing and swallowing raw clove is a cheap and powerful anti-fungal treatment. Dried garlic has a longer shelf life than fresh or minced/pureed garlic. There is also strong evidence that healthful benefits derive only from the natural product, not pills or extracts.

It is one of the two best-selling herbal dietary supplement products in the mass market in the United States, and is the second-best-selling herbal dietary supplement in the health food market (second to Echinacea). In 1995, the United States imported more than 5.3 million kilograms of dehydrated garlic valued at over $2.9 million.
It has been incorporated into many traditional diets for its flavour enhancing effects, and is a common ingredient in modern cooking today. It is available as an herbal supplement and largely used in gravies, tomato sauces, soups, stews, pickles, salads, salad dressing and breads. Many cooks find it indispensable in the kitchen. As someone observes, making a dish that has a plentiful portion of garlic will bring out a reaction, and be it good or bad is what making something worthwhile is all about.

Garlic is a natural bio-stimulant for plants, encouraging healthier growth and plants that are more resistant to attack from insects, slugs and snails. The granules also form a physical barrier. It can even be effective as a natural mosquito repellent. I used garlic paste to get rid of moles in my garden.
Garlic is no magic bullet, unless you’re a vampire hunter, but with its strong chemical profile, it’s bound to have some beneficial effects!

Niche Article Directory: http://www.thatsmyniche.com

Electronics Technician married to Elena. Started web design, turned blogger, turned writer. Our Sites: www.kapriz-enterprises.com/blog/ or www.kapriz-enterprises.com

Enhanced by Zemanta
Read More..

Rabu, 04 Agustus 2010

Daun Senggugu untuk sinusitis

Sinusitis adalah peradangan pada selaput sinus-sinus  (rongga berisi udara di dalam tulang-tulang sekeliling hidung). Peradangan ini disebabkan karena adanya infeksi bakteri dan virus, serta asbes gigi.  Gejala yang biasa menyertai adalah rasa tegang atau sesak di bagian yang sakit, demam, hidung tersumbat, pusing, ingus bercampur nanah dan lendir.

Di daerah Imogiri, Yogyakarta, senggugu digunakan oleh pengobat tradisional Gurah, yaitu kulit akar ditumbuk dan diseduh dengan air, kemudian diteteskan pada hidung untuk menjernihkan suara, mengeluarkan lendir dari tenggorokan, dan pengobatan sinusitis.

Khasiat tumbuhan senggugu ini :
Menjernihkan suara, batuk, sesak naps (asma), memar, rematik,; Radang saluran napas (bronkhitis), tulang patah (faktur), bisul, ; Perut busung, cacingan, malaria, tenaga setelah melahirkan,; Digigit ular;

Seluruh bagian tumbuhan senggugu dapat digunakan sebagai obat
Tumbuhan ini berkhasiat untuk:
- menjernihkan suara,
- batuk, sesak napas (asma), radang saluran napas (bronkitis),
- tulang patah (fraktur), memar, rematik,
- perut busung, cacingan,
- malaria,
- memulihkan tenaga sehabis melahirkan, dan
- digigit ular, bisul.

CARA PEMAKAIAN :
Seluruh tumbuhan sebanyak 10 - 15 g direbus atau digiling menjadi bubuk dan diseduh, lalu diminum. Untuk pemakaian luar, daun segar ditumbuk sampai lumat lalu ditempelkan ke tempat yang sakit atau daun segar direbus, airnya untuk mencuci luka.

CONTOH PEMAKAIAN :
1. Menjemihkan suara
Akar senggugu sebanyak 10 g ditumbuk halus. Tambahkan 1/2
cangkir air masak sambil diremas merata. Peras dan saring, lalu
minum sekaligus.

2. Asma, bronkitis, sukar kencing.
Akar senggugu sebanyak 10 g diiris tipis-tipis lalu diseduh dengan
secangkir air panas. Setelah dingin, diminum.

3. Borok berair
Daun segar secukupnya direbus. Setelah dingin airnya dipakai untuk
mencuci borok.

4. Rematik
Daun senggugu segar ditumbuk dengan adas pulasari atau daun
senggugu muda diremas halus dengan sedikit kapur. Baban tersebut
lalu dibalurkan di tempat yang sakit.

5. Perut busung, cacingan
Daun senggugu, temulawak, dan sedikit garam diseduh dengan
secangkir air panas. Setelah dingin disaring, lalu minum sekaligus.

6. Batuk
Buah senggugu dikunyah dengan sirih, airnya ditelan. Atau buahnya
sebanyak 2 buah dicuci bersih lalu dikunyah perlahan-lahan, dan
telan. Setelah itu, minumlah air hangat.

CATATAN:
Sengugu (Clerodendron serrature [L.] Spr.)
Sinonim: C. javanicum, Walp.; Familia: Verbenaceae
Nama Lokal: Singgugu (Sunda). srigunggu, sagunggu (Jawa).; Kertase, pinggir tosek (Madura). senggugu (Melayu).; Sinar baungkudu (Batak Toba), tinjau handak (Lampung),; San tai hong hua (China).;

Tumbuh liar pada tempat-tempat terbuka atau agak terlindung, bisa ditemukan di hutan sekunder, padang alang-alang, pinggir kampung, tepi jalan atau dekat air yang tanahnya agak lembap dari dataran rendah sampai 1.700 m dpl. Senggugu diduga tumbuhan asli Asia tropik. Perdu tegak, tinggi 1 - 3 m, batang berongga, berbongkol besar, akar warnanya abu kehitaman. Daun tunggal, tebal dan kaku, bertangkai pendek, letak berhadapan, bentuk bundar telur sampai lanset, ujung dan pangkal runcing, tepi bergerigi tajam, pertulangan menyirip, kedua permukaan berambut halus, panjang 8 - 30 cm, lebar 4 - 14 cm, warnanya hijau. Perbungaan majemuk bentuk malai yang panjangnya 6 - 40 cm, warnanya putih keunguan, keluar dari ujung-ujung tangkai. Buah buni, bulat telur, masih muda hijau, setelah tua hitam. Perbanyakan dengan biji.

Dari berbagai sumber, iptek.net.id
Read More..

Senin, 30 November 2009

Khasiat Dibalik Buah Delima

Dari sekian banyak tanaman yang menjadi penghias halaman, mungkin tak ada yang menyangka jika delima ternyata memiliki khasiat untuk penyembuh dari beberapa jenis penyakit. Dan berikut adalah pengobatan dengan menggunakan Delima.

KEPUTIHAN

Bahannya :
- 15 gr kulit Delima kering
- 30 gr Sambiloto segar atau 15 gr Sambiloto kering
- 600 cc air

Cara membuatnya :
Rebus semua bahan tersebut diatas hingga air tersisa 200 cc. Setelah dingin, saring dan minum. Lakukan selama 10 hari berturut-turut.

MUNTAH DARAH

Bahannya :
- 30 gr bunga Delima
- 30 gr akar alang-alang
- 500 cc air

Cara membuatnya :
Setelah dicuci bersih, rebus semua bahan tersebut diatas hingga air tersisa 200 cc. Setelah dingin, saring dan minum. Lakukan selama 14 hari berturut-turut.

SINUSITIS

Bahannya :
- 15 gr daun Delima segar
- 30 gr daun Jagung segar
- 15 gr daun Teh segar
- 500 cc air

Cara membuatnya :
Setelah dicuci bersih, rebus semua bahan tersebut diatas hingga air tersisa 200 cc. Selagi hangat-hangat kuku, saring dan minum. Lakukan selama 10 hari berturut-turut.

CACINGAN

Bahannya :
- 15 gr kulit Delima kering
- 5 gr biji Pinang kering
- 200 cc air panas

Cara membuatnya :
Tumbuk biji Pinang kering sampai halus, campurkan dengan kulit Delima dan seduh. Aduk sampai rata dan saring, lalu minum selagi hangat. Lakukan selama 3-5 hari berturut-turut.
Read More..

Jumat, 09 Januari 2009

Sehat dengan Delima

Oleh Prof Hembing Wijayakusuma

Delima sudah dikenal cukup luas di Indonesia. Tapi tanaman yang satu ini lebih banyak ditanam di pekarangan atau di taman sebagai tanaman hias, terutama karena buahnya yang merah mengkilap. Warna merah yang khas buah delima itu sering dipakai untuk melukiskan kecantikan seseorang gadis atau wanita dengan sebutan pipi atau bibirnya "merah delima". Kendati sebenarnya buah delima tidak hanya berwarna merah, tapi juga ada warna lain.

Di balik kecantikan buah delima tersebut, ternyata banyak sekali khasiatnya jika diramu dengan tanaman lain. Tapi sebelum ke situ, sebaiknya dikemukakan lebih dulu sosok tanaman delima ini.

Tumbuhan delima bercabang banyak tapi tidak rimbun, tingginya hanya sekitar 1,5 m. Daunnya bertangkai berbentuk bulat telur memanjang, mengkilat dan berukuran kecil. Bunga 1-5 kuntum, muncul di ujung percabangan dan di ketiak daun teratas, berwarna merah atau putih kekuningan, tapi ada juga berwarna ungu kehitaman. Buahnya berupa buah buni berbentuk bulat, warnanya merah mengkilap, kekuningan, putih, coklat kemerah-merahan atau ungu kehitaman, berbiji banyak, rasanya asam manis segar. Tumbuhan ini berbuah sepanjang tahun.

Delima berasal dari Persia dan sudah banyak dibudidayakan di Indonesia. Daerah yang baik untuk pertumbuhannya adalah daerah tropika yang musim kemaraunya panjang dan panas dengan ketinggian 1.000 m di atas permukaan laut. Akan tetapi dia juga banyak kita jumpai di dataran rendah seperti di Jakarta.

Delima mempunyai nama berbeda di beberapa daerah. Antara lain disebut delima oleh Melayu di Sumatera, glima (Aceh), glineu mekah (Gayo), dhalima (Madura), gangsalan (Jawa), dalima (Sunda), teliman (Sasak), lele kase dan rumu (Timor).

Berikut ini adalah khasiat delima untuk kesehatan, tentu saja dengan meramunya bersama tumbuhan lain yang juga berkhasiat obat.

Khasiat delima antara lain adalah: memperbaiki fungsi hormon wanita, meningkatkan fungsi hormon esterogen, sangat baik dikonsumsi wanita menjelang menopause atau sesudahnya, mengatasi frigiditas, keputihan, awet muda, mimisan, kencing manis, buang air besar mengandung darah, sering buang air kecil, radang tenggorokan, radang amandel, radang telinga, radang usus, radang paru-paru, serak, batuk darah, muntah darah, sinusitis, gangguan pencernaan, sariawan, sakit gigi, bau mulut, wasir, diare, sakit perut, kelebihan berat badan, cacingan dan lain-lain.

Cara pengolahan delima untuk mencegah dan mengatasi beberapa jenis gangguan kesehatan atau penyakit berikut.

Keputihan: 15 gr kulit delima kering dan 30 gr sambiloto segar atau 15 gr sambiloto kering, direbus dengan 600 cc air hingga tersisia 200 cc, saring dan airnya diminum. Muntah darah dan batuk mengandung darah: 30 gr bunga delima berikut 30 gr akar alang-alang direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc, saring dan airnya diminum.

Sinusitis: 15 gr daun delima segar, 30 gr daun jagung segar dan 15 gr daun teh segar, direbus dengan air 500 cc hingga tersisa 200 cc, saring dan airnya diminum selagi hangat.

Frigiditas: 10 gr jinten dan 5 lembar daun sirih direbus dengan 200 cc air hingga tersisa 100 cc, setelah dingin airnya digunakan untuk membuat jus 1 buah buah delima, kemudian diminum.

Diare: 15 gr kulit delima kering berikut 10 gr daun teh direbus dengan 500 cc air hingga tersisia 200 cc, saring dan airnya diminum.

Cacingan: 15 gr kulit delima kering dan 5-10 gr biji pinang kering dijadikan bubuk. Ambil 5 gr bubuk tersebut lalu diseduh dengan 200 cc air panas, kemudian diminum hangat-hangat.

Sariawan: 1-2 buah delima segar, kemudian isinya ditumbuk sampa hancur. Setelah itu, hasil tumbukan tadi direndam dengan air beberapa saat. Gunakan air rendaman tersebut untuk berkumur-kumur.

Demikian beberapa resep yang murah meriah ini dan buktikan hasilnya setelah melakukannya secara teratur. Akan tetapi untuk penyakit yang berat atau serius disarankan untuk tetap konsultasi ke dokter.

[Prof HM Hembing Wijayakusuma, adalah ahli pengobatan tradisional dan akupunktur, Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pengobat Tradisional & Akupunktur se-Indonesia (Hiptri)]

Sumber : Suara Karya
Read More..

Kamis, 13 November 2008

Resep Tanaman Obat Sambung nyawa

Diabetes Melitus
Siapkan tujuh lembar daun sambung nyawa yang masih segar. Cuci dan bilas dengan air matang. Makan daun tadi sebagai lalap mentah bersama dengan nasi. Lakukan dua kali sehari masing-masing tujuh lembar daun.

Darah tinggi
Ambil tujuh lembar daun sambung nyawa. Cuci bersih kemudian dimakan sehari sekali sebagai lalapan. Bisa juga ditumis atau dikukus sebentar sebelum dimakan atau dibuat jus. Lakukan hal ini dengan rutin.

Radang pita tenggorokan dan sinusitis
Siapkan empat lembar daun sambung nyawa buat anak-anak atau tujuh lembar untuk dewasa. Cuci lalu dimakan mentah atau dinikmati dengan dibuat jus. Lakukan sehari sekali.

Tumor
Makan tiga lembar daun sambung nyawa segar sebagai lalapan setiap hari. Jangan lupa dicuci bersih. Lakukan secara teratur setiap kali makan nasi.
Pantangannya: ikan asin, cabai, tauge, tape, sawi putih, kangkung, nanas, durian, lengkeng, nangka es, alkohol, limun dan vetzin.

Lever
Gunakan tiga lembar daun sambung nyawa segar sebagai lalapan bersama nasi setiap hari. Lakukan secara teratur. Jangan lupa dicuci bersih. Hendaknya berpantang makanan berlemak.

Ambeien
Makan tiga lembar daun sambung nyawa segar sebagai lalapan. Lakukan setiap hari dan secara teratur. Jangan lupa dicuci bersih. Lakukan pantangan daging kambung dan makanan pedas.

Kolesterol tinggi
Gunakan tiga lembar daun sambung nyawa segar untuk dibuat jus atau dimakan sebagai lalapan. Lakukan setiap hari secara teratur.


Maag
Cuci bersih tiga lembar daun sambung nyawa mentah segar kemudian dimakan sebagai lalapan setiap hari. Lakukan secara teratur. Pantangan: makanan yang pedas dan asam.


Kena bisa ulat dan semut hitam

Selembar daun segar digosokkan pada bagian tubuh yang gatal hingga daun tersebut mengeluarkan iar dan hancur. Lakukan dua kali selama dua jam sekali.

Ambil 20 lembar daun. Cuci dan digiling halus, beri air garam seperlunya. Ramuan ini berguna untuk mengurap sebanyak gigitan/sengatan, lalu dibalut (1-2 kali sehari sebanyak yang diperlukan).

Eksim
Siapkan bahan berupa tujuh lembar daun sambung nyawa, asam 10 gr, rimpang temulawak 5 jari, gula jawa 20 gr, segenggam sambiloto. Rebus semua bahan dengan dua gelas air hingga mendidih dan tersisa hingga separuhnya. Kemudian saring dan diminum sekaligus. Ulangi setiap hari selama lima hari berturut-turut.

Bisul
Tumbuk beberapa lembar daun sambung nyawa, adas pulosari, dan kapur sirih hingga halus. Kemudian oleskan atau balurkan pada bisul.

Tetanus
Siapkan bahan berupa lima lembar daun sambung nyawa, asam tengguli 3 jari, rimpang kencur 2 jari, rimpang bangle setengah jari, daun sambung 10 lembar, gula enau 3 jari. Semua bahan dipotong-potong dan direbis dengan air sebanyak empat gelas hingga mendidih dan tersisa tiga gelas. Dinginkan dan saring, kemudian minum tiga kali sehari sebanyak satu gelas.

Sumber: CBN
Read More..