Rabu, 01 Februari 2012

Untuk Para Wanita Kenali Tanda Alergi Terhadap Kondom

Apakah Anda kaum wanita pernah mengalami alergi terhadap kondom? Banyak wanita yang mengalami alergi terhadap kondom namun tak begitu mengenal tanda-tanda dari akibat yang ditimbulkannya. Mengapa kondom menyebabkan sebagian kulit wanita menjadi alergi?
Sebuah media online, medicmagic.net, Selasa (25/1), menulis bahwa alergi terhadap kondom biasanya disebabkan oleh karet lateks atau pelumas yang digunakan dalam kondom. Atau bahkan keduanya. Reaksi terhadap alergi dapat terjadi hanya setelah beberapa menit kontak dengan kondom atau ada pula yang alergi setelah beberapa jam kemudian.
Apa tanda atau gejala-gejala yang bisa diketahui dari seorang wanita yang alergi terhadap kondom? Ada beberapa tanda yang biasanya dapat dilihat secara langsung di bagian permukaan kulit:
1. Ruam atau bintil-bintil merah pada kulit
2. Merah dan gatal-gatal di daerah genital
3. Seperti terbakar saat buang air besar, atau saat berhubungan intim
4. Bersin berulang kali
5. Kulit menjadi sensitif
6. Kadang-kadang bisa menyebabkan pusing dan pingsan
7. Dalam kasus yang ekstrim, hingga menyebabkan shock
Gejala alergi terhadap kondom kadang-kadang mirip dengan infeksi jamur yang menyerang alat kelamin. Namun perbedaannya, biasanya alergi kondom menyebabkan cairan keluar dari vagina.
Sebuah penelitian di Universitas Michigan State menunjukkan bahwa kondom juga dapat meningkatkan risiko infeksi jamur kelamin. Hal ini dipicu oleh bahan nonoxynol-9 yang merupakan pelumas spermisida yang dapat menyebabkan infeksi ragi. (Vin)
Read More..

5 Alasan Mengapa Anda Belum Memiliki Fisik Prima

Hampir semua tips untuk menambah massa otot sudah Anda coba, mulai dari menjaga pola makan, rutin latihan ke gym, bahkan ditambah dengan jogging setiap hari, namun entah mengapa bentuk tubuh padat berotot yang diidamkan belum juga terwujud.

bentuk otot 5 Alasan Mengapa Anda Belum Memiliki Fisik Prima

Hampir semua tips untuk menambah massa otot sudah Anda coba, mulai

“Tanpa mengecilkan semua usaha yang sudah dilakukan, bila Anda masih melakukan beberapa kebiasaan buruk, maka bentuk tubuh idaman akan sulit tercapai,” kata Nick Mitchell, Personal Trainer terbaik di London tahun 2012 menurut majalah Time Out.

Jadi, menurut Mitchell inilah 5 alasan mengapa Anda belum memiliki bentuk fisik yang prima.

Terlalu banyak buah

Buah memang menyehatkan, namun bukan berarti ini menjadi makanan pokok Anda. Gula yang berasal dari buah (fruktosa) bisa meningkatkan kadar insulin, yakni hormon yang dihasilkan pankreas untuk mendorong fruktosa ke dalam otot yang akan disimpan sebagai cadangan energi (glikogen).

Bila kadar fruktosa berlebihan, akan terjadi gangguan metabolik akibat proses glication, yakni fruktosa mengikat pada asam amino dan menyebabkan deposit lemak bertambah dan proses metabolisme menua.

Malas

Beberapa pendapat mengatakan olahraga ringan dan pembatasan kalori sudah cukup untuk menjaga berat badan tetap ideal. Tapi jika yang Anda idamkan adalah badan tegap dan berotot ala cover majalah kesehatan pria, maka Anda tidak boleh bermalas-malasan. Lakukan latihan kebugaran setiap hari. Bahkan ada beberapa orang yang butuh latihan dua kali sehari. Untuk tampil maksimal memang diperlukan upaya MAKSIMAL.

Terlalu terobsesi

Ada perbedaan tipis antara dedikasi dan obsesi. Yang pertama dibutuhkan untuk mengubah tampilan fisik, yang terakhir akan membuyarkan rencana itu karena peningkatan kadar kortisol akan merusak seluruh kondisi tubuh. Yang dibutuhkan sebenarnya adalah fokus pada latihan namun di luar waktu latihan itu Anda mampu bersikap rileks.

Kesalahan latihan beban

Latihan angkat beban efektif untuk membentuk otot. Namun Anda tetap harus mengerti trik melakukannya. Pilihlah latihan beban yang cukup berat lalu lakukan pengulangan dalam beberapa set secara bertahap setiap minggunya. Misalnya minggu ini melakukan 6 set, kemudian menjadi 12 set minggu berikutnya, lalu 5, 8, 4, dan kembali ke 6 set.

Gangguan hormon

Bila Anda terlalu stres, kurang tidur, kebanyakan mengasup gula dan tak punya waktu luang, maka akan sulit mencapai bentuk tubuh idaman Anda. Bila Anda tidak bisa mengontrol hormon, maka akan sia-sia latihan di gym yang selama ini tak pernah absen Anda lakukan. Perbanyaklah informasi mengenai hormon insulin, kortisol, growth hormone dan testosteron, serta cara terbaik untuk mengoptimalkan produksinya secara alami. Bila perlu, konsultasikan pada dokter.

Kurang terencana

Manfaat dari berlatih bersama seorang trainer yang profesional akan lebih besar daripada berlatih sendiri. Selain program yang lebih terencana, trainer juga bisa menjadi pemompa semangat di kala Anda mulai bosan dengan rutinitas latihan.

Read More..

Pria Ini Sanggup Makan 24 Jam Nonstop !

Paul Mason (50), pria tergemuk (kurang lebih 381 kg) di dunia dari Ipswich, Inggris, mengaku memulai kebiasaan makannya usai diputuskan sang pacar. Peristiwa putus cinta itu terjadi kala usia Paul masih 20 tahun.

"Dahulu aku kurus dan sangat aktif. Hingga pada usia 21 tahun aku bertemu seorang wanita yang sangat kucintai. Saat itu aku merasa hidupku benar-benar lengkap bersama dia," terangnya seperti dikutip The Sun.

Kisah percintaan manis itu tak berlangsung lama, sebab beberapa tahun kemudian wanita yang diakui Paul lebih tua darinya itu memutuskan hubungan mereka secara tiba-tiba. "Aku sudah curiga sebelumnya, namun ia berkenalan dengan pria lain dan langsung bertunangan dengan pria itu," jelas pria yang sempat bunuh diri hingga tiga kali ini.

Patah hati dan keadaan keluarga yang tidak kondusif pun membuat Paul mencari pelarian yaitu makan. "Tak lama setelah kejadian ia mencampakkanku, ayahku meninggal dan kesehatan ibu memburuk, pinggulnya mengalami gangguan dan ia hanya bisa duduk di kursi roda. Akulah yang menjaga setiap waktu. Semua itu membuatku tertekan namun tak bisa mengungkapkannya," tambahnya.

Makan satu-satunya penghiburan baginya. Makanan menurutnya memberikan kenyamanan lebih yang tak bisa ia dapatkan dari keluarga dan kekasih. "Aku mendapatkan kenyamanan dari mengunyah makanan. Saat itu aku seperti bayi yang hanya ingin makan dan makan terus-menerus" terang Paul lagi.

Kebiasaannya ini rupanya berkembang terus menerus hingga usianya bertambah. Bahkan rumah keluarga mereka disita untuk membayar hutang Paul yang digunakan untuk membeli makanan.

"Aku makan 24 jam nonstop. Aku tak pernah tidur, karena aku hanya fokus pada makanan dan bagaimana cara mendapatkannya," imbuh pria yang bisa menyantap 20.020 kalori setiap hari ini.

Namun semua itu kini telah berubah, Paul yang menjalani operasi bypass lambung tahun lalu telah berhasil menurunkan bobot tubuhnya. Berkat operasi itu lingkar perutnya mengecil dan ia tak lagi harus makan dengan porsi sebanyak dulu. Untuk berjalan ia pun sudah dapat dibantu sebuah kursi roda otomatis, dimana sebelumnya ia hanya menghabiskan waktu di tempat tidur.

Paul juga berharap dapat menemukan kekasih lagi, yang dapat berbagi dengannya. "Aku sedang dekat dengan wanita saat ini. Ia telah banyak membantuku ketika aku berusaha untuk menurunkan berat badan," terangnya.

Paul berharap kesepian tak akan menghantuinya lagi sebab sudah 20 tahun lebih ia tak menjalin hubungan dengan wanita akibat masalah berat badan.

sumber :

Read More..

Selasa, 31 Januari 2012

MASALAH HIV/AIDS DAN ROKOK PERLU PERHATIAN SERIUS

Untuk meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas sebagai kekuatan pembangunan, masalah HIV/AIDS dan rokok memerlukan perhatian serius. Hal ini disebabkan jumlah penderita HIV/AIDS terus meningkat setiap tahunnya dengan proporsi kumulatif kasus AIDS tertinggi pada kelompok usia produktif (usia 20-29 tahun) sebanyak 49,07%. Demikian juga dengan jumlah perokok, berdasarkan hasil Riskesdas Tahun 2012, prevalensi perokok secara nasional sebesar 34,7%. Berarti lebih dari sepertiga penduduk berisiko mengalami gangguan kesehatan seperti kanker, penyakit jantung dan penyakit akibat gangguan pernapasan.Hal itu disampaikan Menteri Kesehatan, dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH ketika menyampaikan sambutan kepada peserta Rapat Kerja Nasional Gubernur di Jakarta, Senin, 31 Januari 2012.Menurut Menkes, kesehatan merupakan unsur dominan dalam Millenium Development Goals (MDGs), karena lima dari delapan agenda MDGs berkaitan langsung dengan kesehatan. Lima agenda tersebut adalah Agenda ke-1 (Memberantas kemiskinan dan kelaparan), Agenda ke-4 (Menurunkan angka kematian anak), Agenda ke-5 (Meningkatkan kesehatan ibu), Agenda ke-6 (Memerangi HIV/AIDS, Malaria, dan penyakit lainnya), serta Agenda ke-7 (Melestarikan lingkungan hidup).Baca dari sumbernya:http://sehat-enak.blogspot.com/2012/02/masalah-hivaids-dan-rokok-perlu.html
Read More..

Minggu, 29 Januari 2012

Mengatasi Kolesterol dengan Jati Belanda

Daun adalah bagian tanaman yang sering dimanfaatkan. Salah satu di antaranya adalah Jati Belanda. Khasiat herba ini telah teruji, seperti kemampuannya menekan risiko diare, mengatasi masalah berat badan, hingga mengontrol laju kolesterol.

Sejak zaman dulu masyarakat Indonesia, terutama yang tinggal di Pulau Jawa, telah mengenal dan memakai air rebusan daun jati belanda sebagai bahan baku jamu pelangsing tubuh, biasa disebut galian singset (bahasa Jawa). Pengalaman sekaligus bukti empiris inilah yang “ditangkap” perusahaan jamu, sehingga saat ini hampir semua jamu pelangsing selalu mengambil khasiat daun jati belanda.

Setyoko dari Kebun Tanaman Obat Sekarwangi, menjelaskan bahwa untuk menjadikan ramuan dapat dilakukan dengan mengeringkan daunnya. Selanjutnya digiling untuk dibuat serbuk.

“Setelah menjadi serbuk, ambil 20 gram, lalu seduh dengan air panas. Saring dan minum dua kali sehari. Namun, mereka yang bermasalah dengan ginjal sebaiknya menghindari ramuan ini,” katanya.

Banyak penelitian membuktikan bahwa daun jati bermanfaat untuk menurunkan berat badan. Belakangan daun jati belanda dipercaya memiliki manfaat lebih dari itu, yakni berpotensi untuk dikembangkan sebagai herba pengontrol kolesterol.

Nyata menurun Yosie Andriani H.S. di Laboratorium Biokimia Institut Pertanian Bogor pernah melakukan penelitian guna mengetahui pengaruh daun jati belanda (dalam bentuk ekstrak air, ekstrak etanol, dan fraksi aktif steroid) terhadap kadar lipid darah (TPC, trigliserida, LDL, dan HDL/high density lipoprotein).

Penelitian menggunakan kelinci sebagai hewan percobaan pada empat kelompok perlakuan. Masing-masing kelompok terdiri atas lima ekor.

Ternyata pemberian ekstrak daun jati belanda (dalam tiga bentuk ekstrak air, ekstrak etanol, dan fraksi aktif steroid) berpengaruh terhadap kadar lipid darah (TPC, trigliserida, LDL, dan HDL). Kadar TPC, LDL, dan trigliserida pada perlakuan kontrol (tanpa pemberian daun jati) terlihat sangat tinggi (berbeda nyata) dibandingkan dengan kadar TPC, LDL, dan trigliserida yang diberi perlakuan daun jati.

Fakta ini menunjukkan adanya penurunan kadar TPC, LDL, dan trigliserida akibat pemberian daun jati belanda. Persentase penurunan kadar TPC tertinggi terjadi dalam pemberian daun jati belanda pada perlakuan ekstrak etanol (62 persen), diikuti perlakuan ekstrak air (55 persen), dan fraksi aktif steroid (36 persen).

Naikkan HDL Pemberian ekstrak daun jati belanda juga berdampak pada peningkatan HDL. HDL dapat menurunkan kadar kolesterol dalam sel dengan cara mengambil kelebihan kolesterol dari jaringan untuk kemudian diproses di hati lalu dibuang bersama cairan empedu.

Gan (1987) menyebutkan, HDL memiliki efek protektif terhadap pembuluh darah jantung. Lebih lanjut, dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa daun jati belanda terbukti mampu menurunkan kadar lipid darah. Ini berarti daun jati belanda bisa dijadikan obat alternatif antihiperlipidemia.

Fakta ini beberapa tahun terakhir ditanggapi oleh para pengusaha jamu dengan mengembangkan produk berbahan baku daun jati belanda. Tak heran, banyak tersedia produk olahan fitofarmaka berbahan dasar herba ini, seperti dalam bentuk serbuk dalam kapsul maupun seduhan, layaknya teh.

Dijelaskan Setyoko, pada prinsipnya herba ini sangat aman, tentu saja jika diolah dengan murni dan bersih, tanpa campuran bahan kimia. “Agar lebih yakin, tak ada salahnya coba mengolah dan meramunya sendiri, guna memastikan bebas dari campuran bahan kimia,” tambahnya.

Selain daunnya, bagian lain dari pohon jati belanda yang berkhasiat obat adalah kulit, buah, dan bijinya. Bagian dalam kulitnya biasa dipakai sebagai obat untuk menyembuhkan penyakit cacing, bengkak kaki atau kaki gajah.

Buahnya digunakan sebagai obat batuk rejan. Rebusan bijinya yang sudah dibakar seperti kopi dapat diminum sebagai obat sembelit. Namun, tetap perlu kehati-hatian dalam menggunakan daun dan biji jati belanda sebagai obat. Pasalnya, bila terlalu berlebihan dapat mengakibatkan kerusakan usus. Karena itu, selain bagian daunnya, pemanfaatan bagian lain jati belanda saat ini relatif jarang dan memang belum ada uji toksiknya.

Jika Anda tertarik untuk menaman jati belanda, sebenarnya relatif mudah. Tanaman ini tidak butuh air banyak dan tak memerlukan perawatan khusus.

Cukup Diseduh Meramu daun jati belanda relatif mudah. Daun yang sudah dikeringkan cukup diseduh dengan air panas, seperti halnya membuat teh. Sering juga daun ini dibuat ekstrak atau serbuk.

Berikut beberapa contoh ramuan:

1. Peluruh kolesterol

Ambil beberapa lembar daun jati belanda kering. Seduh dengan air panas secukupnya, seperti membuat teh. Saring sebelum diminum. Agar tidak hambar, tambahkan satu sendok madu atau gula batu.

2. Pereda Diare

Daun jati belanda kering digiling untuk dijadikan serbuk. Ambil 20 gr serbuk ini dan seduh dengan air panas. Kemudian saring dan minum dua kali sehari. Jika suka, bisa dicampur kencur dan madu secukupnya.

Catatan: Orang yang bermasalah dengan ginjal sebaiknya menghindari ramuan ini.

3. Pelangsing

Ambil tujuh lembar daun jati belanda segar lalu cuci bersih. Tambahkan sepotong rimpang bangle, temulawak, atau kunir putih. Rebus dengan satu setengah gelas air bersih sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan minum. Saat meramunya harus bersamaan dengan temulawak atau kunir putih guna mengurangi efek iritasi lambung. Selama mengonsumsi ramuan ini, tetaplah minum banyak air putih. [KOMPAS.com -

Read More..

Sabtu, 28 Januari 2012

Sisik Naga, Cara Jitu Hentikan Sariawan

Jangan sepelekan sariawan. Gangguan ini menimbulkan nyeri sehingga biasa membuat penderitanya enggan makan. Namun, ada cara alami untuk mengatasinya, yakni sisik naga. Tanaman ini juga berkhasiat sebagai antiradang, analgesik, hemostatis, dan antitusif.

Secara umum, sariawan adalah penyakit berupa luka di mulut. Menurut Dr Setiawan Dalimartha, ada beberapa penyakit yang menyebabkan luka pada rongga mulut.

Sariawan gusi (Ginggivostomatitis plaut vincent) adalah salah satu jenis penyakit rongga mulut yang disebabkan kuman Bacillus ficiformis dan Borellia vincenti. Keberadaan kuman ini dapat menyebabkan seluruh gusi meradang. Batas antara gusi dan pipi akan penuh dengan bintik berupa luka kecil sebesar kepala jarum pentul dan secara makroskopik tampak sebagai garis putih.

Sariawan aftosa (Stomatitis aftosa), berupa luka dangkal dengan permukaan berwarna putih. Dimulai dari gelembung yang kemudian pecah meninggalkan suatu luka yang dangkal. Luka ini menimbulkan nyeri hebat meski tak disertai demam.

Penyebab Tak Jelas
Penyebab sariawan tak jelas. Namun, kata Dr Setiawan, beberapa bukti faktor penyebab, antara lain, kurangnya vitamin C dalam darah, trauma, alergi terhadap cabai, nanas, atau gangguan hormonal, semisal sewaktu haid atau stres.

Sariawan menyebabkan rasa nyeri pada mulut dan akan bertambah parah bila daerah sekitarnya tertarik karena pergerakan sewaktu mengunyah makanan. Sariawan memang akan sembuh sendiri dalam waktu kurang dari empat minggu, tetapi cenderung akan berulang. Untuk menghindarinya, disarankan menjauhi faktor penyebab, semisal makanan pencetus alergi.

Ada banyak herbal yang dapat digunakan untuk mengatasi gangguan luka di sekitar mulut itu, salah satunya sisik naga. Sisik naga dalam pengobatan tradisional China sifatnya manis, sedikit pahit, dan dingin. Tanaman ini epifit atau menumpang pada pohon lain, tetapi bukan tergolong tanaman parasit karena dapat membuat makanan sendiri.

Tanaman bernama Latin Drymoglossum piloselloides ini merupakan tanaman Asia tropis. Biasa tumbuh liar di hutan, ladang, dan tempat lainnya pada daerah yang agak lembab, mulai dari dataran rendah hingga ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut.

Tanaman bernama daerah picisan (Sumatera) dan pakis duwitan (Jawa) ini tumbuh di batang dan dahan pohon. Akar rimpangnya panjang, kecil, merayap, bersisik, panjang 5-22 cm, dan melekat kuat.

Daun yang satu dengan yang lainnya tumbuh dengan jarak pendek. Bertangkai pendek, tebal berdaging, berbentuk jorong atau jorong memanjang, ujung tumpul atau membundar, pangkal runcing, tepi rata, permukaan daun tua gundul dan berambut jarang pada permukaan bawah, serta berwarna hijau sampai kecoklatan. Ukuran daun yang berbentuk bulat sampai jorong hampir sama dengan uang logam picisan sehingga dinamakan picisan.

Mengandung Atsiri
Tanaman bernama China, Bao Shu Lian, ini khasiatnya sebagai antiradang, penghilang nyeri (analgesik), pembersih darah, penghenti perdarahan (hemostatis), memperkuat paru-paru, dan sebagai obat batuk (antitusif). Sisik naga juga mengandung minyak atsiri, sterol atau triterpen, fenol, flavonoid, tanin, dan gula.

Hasil penelitian yang dilakukan L Nuraini Susilowati di Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada tahun 1988, ekstrak alkohol daun sisik naga mempunyai aktivitas menghambat pertumbuhan Escherichia coli. Sementara ekstrak alkohol dan ekstrak airnya menghambat pertumbuhan Sreptococcus aerous.

Bagian yang digunakan untuk pengobatan adalah daun dan seluruh herba segar yang telah dikeringkan. Untuk obat minum, rebus 15-60 gram daun, lalu air rebusannya diminum. Untuk pemakaian luar, gunakan air rebusan herba segar buat mencuci kudis, koreng, atau obat kumur bagi yang menderita sariawan atau radang gusi, seperti yang dilakukan Astra.

Cara penggunaan lainnya, giling herba segar hingga halus. Setelah itu bubuhkan ke tempat yang sakit, terutama untuk kudis, kurap, radang kulit bernanah, radang kuku, atau luka berdarah.

Daun tanaman yang diperbanyak dengan spora dan pemisahan akar ini dapat digunakan untuk pengobatan gondong (parotitis), TBC kulit dengan pembesaran kelenjar getah bening (skrofuloderma), sakit kuning (jaundice), sukar buang air besar (sembelit), disentri, kencing nanah, batuk, abses paru-paru disertai batuk darah, mimisan, berak darah, muntah darah, rematik, keputihan (leukore), dan kanker payudara.
Lima resep Bao Shu Lian:

1. Radang gusi (gingivitis)
Bahan: Daun sisik naga segar. Pemakaian: Cuci bahan hingga bersih, lalu kunyah. Biarkan ampas tersebut cukup lama di bagian gusi yang meradang, lalu buang. Lakukan 3-4 kali sehari hingga sembuh.
2. Rematik jaringan lunak (nonartikuler)
Bahan: 15-30 gram daun sisik naga segar. Pemakaian: Cuci bahan, lalu rebus dalam 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring. Ambil airnya. Minum 3 kali sehari, masing-masing setengah gelas.
3. Sakit kuning (jaundice)
Bahan: 15-30 gram daun sisik naga segar. Pemakaian: Cuci bahan, lalu rebus dalam 3 gelas air hingga tersisa separuhnya. Setelah dingin, saring. Ambil airnya. Minum 3 kali sehari masing-masing setengah gelas.
4. Sariawan
Bahan: Segenggam daun sisik naga segar. Pemakaian: Cuci bahan hingga bersih, rebus dalam 2 gelas air hingga mendidih, lalu saring. Gunakan airnya untuk berkumur selagi hangat.
5. Menghentikan perdarahan
Bahan: 30 gram daun sisik naga segar. Pemakaian: Cuci bahan, lalu giling hingga halus. Setelah diperas, saring. Minum airnya. Lakukan 3 kali sehari hingga sembuh. [KOMPAS.com —

Read More..

Tangkal Penyakit dengan Goji Berry

Goji berry atau Chinese Wolfberry (Lucium Fruit) dikenal sebagai makanan pencegah penuaan dini. Penelitian Tufts University di Boston membuktikan bahwa goji mengandung ORAC (Oxygen Radical Absorbance Capacity). Penelitian tahun 1988 oleh Beijing Nutrition Research Institute juga menyimpulkan buah yang satu ini sarat akan vitamin, mineral, dan asam lemak esensial.

Buah goji juga mengandung Betaine yang bermanfaat untuk mendorong liver memproduksi kolina untuk menenangkan saraf, mempertajam daya ingat, mencegah penumpukan lemak di hati. Kandungan lain dari buah ini adalah Physalin, Solavetivone, Beta-sitoserol, dan Cyperone.

Manfaat lain dari buah ini adalah sebagai anti jamur dan anti bakteri, anti inflamasi, mencegah pembesaran prostat, serta menurunkan kolesterol. Buah goji juga bisa membantu mengatasi problem jantung dan darah tinggi.

Jika Anda punya goji kering, olah dengan cara direndam dalam air panas, kemudian ditekan dengan sendok. Lalu, minum airnya seperti teh. Yang paling baik adalah minum jus goji organik. Coba minum goji organik selama 14 hari sebanyak 300 ml, setiap pagi atau sore dalam keadaan perut kosong.

Efek yang akan didapat adalah energi bertambah, tidur lebih nyenyak, perasaan lebih tenang dan lebih fokus. Dengan memilih produk organik, kita akan mendapatkan nutrisi lebih sempurna. Jus goji bisa didapat di supermarket terkemuka. Namun, hindari goji berry bila sedang mengonsumsi obat pengencer darah.

Kompas.com -

Read More..