Tampilkan postingan dengan label BERITA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BERITA. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Agustus 2012

image
Kalangan akademisi mendesak pemerintah memperketat pengawasan terhadap penggunaan antibiotik untuk mencegah berkembangnya bakteri menjadi resistan terhadap antibiotik tertentu.
"Masalahnya, penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan bakteri penyakit berkembang lebih parah lagi," kata Guru Besar Mikrobiologi Klinik FKUI, Amin Soebandrio dalam jumpa pers Simposium Nasional "Indonesian Antimicrobial Resistance Watch ke-7 (NS-IARW) di Jakarta, Senin.
Amin mencontohkan kasus wabah E-Coli di Eropa beberapa bulan terakhir dimana jenis bakteri E-Coli yang ditemukan di Jerman itu sudah resisten sehingga tidak lagi bisa dilakukan perawatan menggunakan antibiotika.
Dengan demikian, maka bakteri jenis baru itu harus dilawan dengan antibiotika baru dengan dosis lebih tinggi. 
"Seharusnya pemerintah lebih tegas akan peredaran obat antibiotika. Jangan seperti sekarang ini sangat mudah ditemui di toko-toko obat, tanpa resep dokter," kata Amin yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia seminar Nasional Antimikrobiologi 2012.
Meskipun demikian, Amin menyatakan menyambut inisiatif pemerintah yang mulai membatasi peredaran obat antibiotika dengan meluncurkan pedoman penggunaan antibiotik di beberapa rumah sakit.
"Ini penting karena antibiotik itu termasuk obat keras dan harus diperhatikan penggunaannya. Resep dokter pun wajib digunakan," katanya. 
Sementara itu, Perhimpunan Ahli Mikrobiologi Indonesia (IARW-PAMKI) bekerja sama dengan para pakar Kedokteran Klinik, Biomedik, di bidang farmakologi, penyakit tropik dan infeksi, pulmonologi, unit perawatan intensif, parasitologi dan kepakaran bidang kesehatan lainnya akan menyelenggarakan the 7th National Symposium of Indonesian Antimicrobial Resistance Watch (7th NS-IARW) pada 1-3 Juli 2012 di Hotel Borobudur , Jakarta.
Tema dari simposium tahun ini adalah "Best Practices in Antimicrobial Resistance Mitigation" akan membahas pengendalian resistensi antimikroba secara menyeluruh dengan menampilkan potret keberhasilan pengendalian resistensi antimikroba. 
Penggunaan antibiotik mendapat sorotan ditinggal ditingkat nasional dan internasional dengan semakin tingginya kasus resistensi antibiotik sehingga Badan Kesehatan Sedunia (WHO) mengangkat resistensi antimikroba sebagai tema hari kesehatan dunia 2012
Read More..

Kamis, 09 Agustus 2012

Dokter Masih Ragu Berikan Obat Malaria Terbaru

image
Sejumlah dokter yang menangani penderita malaria di Kota Bengkulu, masih ragu memberikan jenis obat terbaru penyakit itu untuk membunuh parasit di dalam tubuh pasien.
"Obat malaria untuk mendukung Sumatera salah satunya Bengkulu agar bebas malaria masih sangat jarang diberikan dokter di Puskesmas karena khawatir efek sampingnya," kata Kadinkes Kota Bengkulu Mixon Syahbuddin, Minggu.
Obat malaria jenis terbaru tersebut yakni Arterimisinin based Combination Therapies (ACT) yang dapat menimbulkan efek samping agak lemas, mual dan pusing berlebihan.
"Kalau dulu obat malaria yang diberikan antara lain klorokuin, suldox atau fansidar, namun sekarang tidak efektif lagi karena parasit malaria sudah kebal terhadap jenis obat tersebut," ujarnya.
Untuk mengurangi efek samping dari pemberian obat malaria jenis ACT tersebut kemudian dimunculkan jenis obat Dihydroarterimisinin Combination Piperaquin (DHP) yang sudah diluncurkan sejak satu tahun lalu.
"Efek samping yang ditimbulkan obat jenis DHP ini lebih ringan daripada ACT untuk mengurangi kekhawatiran para dokter. Namun secara umum obat malaria itu berefek mual-mual," ujarnya.
Untuk mengurangi efek samping tersebut para penderita malaria dapat menyiasatinya dengan meminum obat sebelum tidur, atau disertai dengan meminum obat maag.
Pemberian obat malaria jenis ACT dan DHP tersebut setelah pasien dipastikan positif terjangkit malaria melalui pemeriksaan mikroskopis/RDT. 
Bagi yang sudah positif malaria akan diberikan obat sesuai dengan resep dokter agar parasit yang ada pada tubuh pasien betul-betul dihilangkan sehingga malaria pada pasien tersebut tidak akan kambuh lagi.
"Dosis yang diberikan sesuai dengan berat badan. obat jenis terbaru ini efektif membunuh parasit malaria sampai ke sel darah," ujarnya.
Malaria dapat disembuhkan dengan mendapatkan pengobatan yang tepat, bila tidak ditangani malaria dapat menyebabkan kematian dalam waktu kurang dari tujuh hari, atau dapat menyebabkan kekambuhan karena pengobatan yang tidak tuntas atau meminum obat malaria yang tidak tepat.
Sebaiknya malaria berat segera ditangani kurang dari 24 jam untuk mencegah terjadinya komplikasi organ tubuh lain yang lebih berat. 
Meskipun saat ini sudah ada obat jenis terbaru namun jenis lama masih digunakan untuk mengantisipasi penyakit malaria pada daerah terpencil yang belum terjangkau dengan pengobatan jenis terbaru ini.
"Penggunaan obat malaria jenis terbaru ini tergantung kebijakan Puskesmas masing-masing, kami sudah mengeluarkan surat edaran agar memberikan obat jenis ACT dan DHP kepada pasien," katanya.
Ia menerangkan, penderita malaria di Bengkulu masih tinggi terbukti dari Januari hingga Mei 2012 sebanyak 5.295 warga terjangkit penyakit mematikan tersebut. 
Penyakit malaria ditularkan melalui nyamuk anopheles yang mempunyai ciri-ciri posisi tubuhnya menungging saat menghisap darah manusia dan hanya menggigit pada malam hari.
Tanda-tanda malaria antara lain demam menggigil dengan suhu badan di atas 38 derajad celsius, muka pucat, nyeri di seluruh tubuh, mual, muntah dan kehilangan nafsu makan.
"Untuk mencegah penyakit malaria ini dapat dilakukan dengan tidur di dalam kelambu, memberantas sarang nyamuk anopheles dengan menyemprotkan racun,dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat," ujarnya.
Program Indonesia bebas malaria 2030 diluncurkan oleh kementerian Kesehatan RI untuk mengeliminasi penyebaran penyakit mematikan tersebut. Untuk wilayah Sumatera ditargetkan bebas malaria pada 2020.
Langkah-langkah untuk menuju Indonesia bebas malaria dengan memberikan kelambu kepada ibu hamil, bayi dan balita serta memberikan obat malaria gratis kepada para penderita.
http://sehatnews.com
Read More..

Puluhan Ribu Tanaman Obat Tumbuh di Indonesia, Sedikit yang Dimanfaatkan

image
Indonesia memiliki kekayaan keanekaragaman hayati nomor dua di dunia setelah Brazil. Ada 30.000 spesies tanaman berbunga berkhasiat obat.
Sayang semuanya belum bisa dimanfaatkan dengan baik bagi kesehatan dan peningkatan kesejahteraan.
Kepala Balai Besar Penelitian Dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TO-OT) Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah Indah Yuning Prapti, mengatakan hal itu dalam "Seminar Sehari Manfaat Jamu Dalam Menunda Disabilitas Agar Lansia Tetap Sehat dan Bugar" di Tawangmangu, Rabu.
Pengembangan tanaman berbunga berkasiat obat yang diramu sebagi jamu mempunyai manfaat yang sangat besar untuk kesehatan juga bisa meningkatkan perekonomian nasional/devisa negara, serta menciptakan lapangan kerja.
Jamu telah menjadi salah satu piihan masyarakat untuk mengatasi masalah kesehatan. Hasil penelitian cukup banyak yang menjelaskan hal itu, kata Indah.
Sejak bayi dalam kandungan sampai masa anak berusia dua tahun adalah masa emas 1000 hari awal kehidupan yang sangat penting, kata Ketua Yayasan Perempuan Peduli Kesehatan Usia Lanjut (Pelita Usila) Dr Dini Latief,MSc, SpGK.
Apapun yang terjadi pada "golden period" itu akan memengaruhi kualitas manusia selanjutnya. 
Dalam 20 tahun terakhir ini ditemukan bukti berdasarkan penelitian di seluruh dunia bahwa berbagai penyakit tidak menular pada usia dewasa, antara lain tekanan darah tinggi, penyakit kencing manis, penyakit jantung dan pembuluh darah, terjadi karena bayi sejak dalam kandungan mengalami malnutrisi akibat ibu yang menderita anemia dan kurang gizi.
Manusia akan berumur panjang jika status kesehatannya optimal, yang ditentukan oleh faktor genetik, biologi, sosio-kultural dan lingkungan. Hal terpenting yang merupakan interaksi antara ke gita faktor selain genetik adalah menjalani kehidupan dengan pola perilaku hidup bersih dan sehat.
Bupati Karanganyar Rina Iriani SR mengatakan jamu perlu dilestarikan, disamping untuk menjaga kesehatan bagi manusia, dari tanaman obat itu juga mampu menggerakan perekonomian masyarakat dipedesaan. Untuk itu kini Karanganyar juga terus mengembangkan tanaman obat-obatan seperti jahe dan lain-lain di daerah yang kurang air. (abd)
http://sehatnews.com
Read More..

Jumat, 03 Agustus 2012

Tuntut Dokter karena Spon Tertinggal di Perut

Seorang perempuan Australia hidup selama lebih dari 15 tahun dengan spon operasi sebesar buah anggur yang terjahit di dalam tubuhnya usai menjalani operasi perut. Ia pun akan menuntut dokternya karena bertindak ceroboh.
Helen O`Hagan menyatakan spon itu tertinggal di dalam rongga perutnya oleh ahli bedah Samuel Sakker selama operasi kolektomi -- operasi pengangkatan semua atau sebagian usus besar, demikian laporan Sydney Morning Herald, Senin (1/8).
Ia menderita kram, demam, dan kehilangan kendali perut dan baru mengetahui keberadaan spon itu setelah menjalani pemeriksaan sinar-X pada Oktober 2007. Selama masa itu, spon tersebut "terbungkus dan melekat di dalam kantung cairan," kata Morning Herald, sebagaimana dikutip AFP.
O`Hagan memperoleh hak untuk menuntut Sakker karena bertindak ceroboh dan pelanggaran kontrak sehubungan dengan kejadian itu. Kendati dokter yang kini sudah pensiun tersebut, meminta kasus ditolak sebab sudah terlalu lama baru perempuan tersebut melakukan tindakan hukum.
Hakim Leonard Levy menerima pendapat bahwa O`Hagan telah dirongrong masalah kesehatan dalam waktu lama. Dia telah dirawat di rumah sakit sebanyak 23 kali sejak 1970, sehingga awalnya tak mencari jawaban mengenai bagaimana spon bisa "bermukim" di dalam tubuhnya.
Penundaan tuntutan terjadi sebab ahli bedah yang mengangkat spon itu ditempatkan di beberapa negara bagian selama tiga tahun berikutnya. Barulah Mei lalu O`Hagan diberi tahu bahwa benda tersebut telah ditinggalkan oleh Sakker.
liputan6
Read More..

Rabu, 04 Juli 2012

Mesir Tolak Tudingan Sebar E.coli

Mesir Tolak Tudingan Sebar E.coli
DEPARTEMEN Pertanian Mesir, Jumat (1/7), membantah banyaknya pemberitaan di media internasional bahwa negaranya merupakan asal muasal wabah bakteri E. coli yang baru-baru ini merebak di beberapa negara Eropa. 
Sejauh ini, tidak ada jejak atau bukti bahwa infeksi bakteri mematikan berasal dari 'Negeri Piramid' itu, menurut Kepala Departemen Pertanian Pusat Ali Soliman. Ia pun banyaknya pemberitaan yang diterbitkan di bernagai media di dunia bahwa Mesir adalah negara di balik transmisi bakteri itu. 
Soliman juga mengatakan bahwa departemen pertanian menerima surat dari Uni Eropa yang menyatakan bahwa tes laboratorium mikrobiologi terhadap fenugreek di Mesir menunjukkan hasil negatif. Ia menambahkan, fenugreek (Trigonella foenum-graecum L.) yang diekspor oleh perusahaan Mesir pada 2012 tidak ditujukan ke Inggris, Prancis, atau Jerman. 
Adapun wabah mematikan infeksi E. coli dimulai di utara Jerman sejak Mei 2012. Setelah itu, wabah ini menyebar ke 16 negara, menginfeksi lebih dari 3.900 orang dan membuat 44 orang tewas, menurut data Organisasi Kesehatan Dunia dirilis minggu lalu, seperti dikutip dari Xinhua.
Read More..

Minggu, 01 Juli 2012

Obat Prostat Dilirik untuk Kanker Payudara

Obat yang saat ini dipakai para dokter untuk mengatasi kanker prostat menjadi kandidat kuat untuk mengobati kanker yang sulit disembuhkan, yakni kanker payudara. Penelitian awal menunjukkan beberapa tipe tumor payudara merespon dengan baik obat kanker prostat.
Sebelumnya, pengobatan menggunakan hormon seperti tamoxifen dan aromatase inhibitor pada obat kanker prostat dikatakan tidak cukup efektif melawan 30% dari kanker payudara. Tetapi penelitian laboratorium terbaru di Cambridge, dalam The Journal EMBO, menyarankan beberapa tumor payudara ternyata dapat merespon dengan baik.
Cancer Research Inggris mengatakan bahwa temuan itu sebagai "kejutan besar". Pasalnya, hormon (tamoxifen dan aromatase) dapat mengaktifkan gen yang menyebabkan perkembangan sel yang tak terkendali dan berkembang menjadi tumor.
Pada wanita, kanker payudara dapat terjadi karena berlebihnya hormon estrogen. Sedangkan pada pria, kanker prostat dapat disebabkan karena peningkatan oleh hormon testosteron. Terobosan telah dibuat dalam pengobatan kanker payudara dengan mengembangkan obat yang mengganggu hormon estrogen dan menghentikan perkembangan tumor.
Para peneliti di Cancer Research Inggris Cambridge Research Institute menemukan bahwa beberapa hormon estrogen negatif sebagai penyebab tumor justru dipengaruhi oleh hormon laki-laki. Gen yang sama yang diaktifkan oleh hormon perempuan pada tumor estrogen responsif dengan yang diaktifkan oleh hormon pria.
Ini menimbulkan prospek bahwa obat yang sudah dikembangkan untuk kanker prostat bisa membantu beberapa wanita. Sementara hormon androgen, seperti testosteron, yang biasanya dikaitkan dengan perkembangan laki-laki, sebenarnya juga ada pada wanita meski dalam jumlah yang tidak banyak.
Dr Ian Mills, ketua peneliti mengatakan, pasien dengan tipe estrogen-reseptor-negatif pada kanker payudara berpotensi mendapatkan keuntungan dari terapi yang diberikan pada pasien kanker prostat. "Penemuan ini bisa mengubah pengobatan untuk kelompok ini di masa depan,” ujarnya.
Sementara itu, Dr Lesley Walker, dari Cancer Research UK, mengatakan, “Kanker prostat tergantung pada reseptor androgen sehingga menjadi sebuah kejutan besar apabila jenis kanker payudara mungkin juga dipicu oleh protein ini."
Dr Caitlin Palframan, policy manager at Breakthrough Breast Cancer, mengatakan, “Penelitian ini dapat menjadi pintu pembuka untuk perawatan personal pada kelompok kecil pasien kanker payudara. Wanita dengan penyakit reseptor estrogen negatif memiliki sedikit pilihan pengobatan dan cara-cara baru untuk mengatasi hal itu sangat dibutuhkan,” tandasnya.
Read More..

Dokter Diharap Menyesuaikan Obat untuk Askes

Jenis obat bagi pasien bergantung pada keputusan dokter. Oleh karena itu, para dokter diharap memberi resep obat yang ditanggung asuransi sehingga peserta asuransi tak kesulitan membiayai pengobatannya.
Direktur Utama PT Askes I Gede Subawa mengatakan, saat ini obat yang ditanggung PT Askes mencapai 1.619 item yang terdiri atas 571 item obat generik dan 1.048 obat generik bermerek. Dengan jumlah itu, peserta Askes mempunyai banyak pilihan obat.
Namun, obat pasien tetap tergantung dari dokter. Faktanya, peserta asuransi kerap mengeluh harus membayar obat yang tak ditanggung asuransi. ”Askes punya daftar obat tertanggung yang jelas. Selama resep dokter ada di sana, pasti ditanggung,” kata Gede, Kamis (30/6).
Menurut dia, penentuan obat yang ditanggung Askes sudah memperhitungkan kebutuhan masyarakat. Obat-obat itu ditentukan tim yang kompeten. ”Obat- obat itu ada untuk menyembuhkan,” ujarnya.
Terkait keluhan masyarakat yang harus membayar biaya obat yang tak ditanggung asuransi, Gede menuturkan, pihaknya telah menyosialisasikan. Para dokter diminta memberi resep obat sesuai dengan daftar obat yang ditanggung asuransi.
Peserta diminta aktif Masyarakat dianjurkan aktif meminta resep obat yang ditanggung asuransi kepada dokter. ”Memang jenis obat tergantung dari dokter,” ujar Gede.
Ia menjelaskan, pihaknya berupaya terus menambah daftar obat yang ditanggung PT Askes. Hal itu dilakukan untuk melayani peserta Askes yang saat ini mencapai 95,2 juta jiwa.
Selain mutu, pihaknya juga menambah jaringan pelayanan bagi peserta lewat kerja sama dengan rumah sakit pemerintah dan swasta. Rumah sakit yang menjadi mitra akan memberi layanan dan resep obat yang sesuai bagi peserta Askes.
Director of Business Development Rumah Sakit Siloam S Budisuharto menuturkan, PT Askes memiliki peserta yang besar. Dengan kerja sama itu, pihaknya akan menerima peserta PT Askes dengan memberi layanan sesuai kelas peserta.
”Begitu juga soal obat, kami akan menyesuaikan. Kalau memang ada obat yang masuk daftar asuransi, kami akan menganjurkan dokter memakai obat itu,” ujarnya.
kompas.com
Read More..

Sabtu, 30 Juni 2012

Antibiotik tak Selalu Tepat Hadapi Infeksi

Antibiotik tak Selalu Tepat Hadapi Infeksi
Masalah infeksi telinga tidak melulu berkaitan dengan memanggil dokter, jadwal kunjungan dan penggunaan antibotik. Proses itu sudah menjadi semacam ritual yang seharusnya tidak perlu lagi dilakukan.
Direktur of Pediatric Otolaryngolgy, Sekolah Kedokteran John Hopkins dan Presiden Komite American Academy of Otolaryngology mengatakan, delapan dan sembilan tahun belakangan mencegah infeksi berdasarkan diagnosa. Cara itu dinilai bisa meminimalisir gejala secara cepat, dan tentu saja membuat anak-anak yang tidak mengkonsumsi antibiotik tetap menjalani pengobatan dengan baik, seperti dilaporkan Health Day, .
"Berdasarkan aturan yang dikeluarkan American Academy of Pediatrics and the American Academy of Otolaryngology pada tahun 2004 lalu merekomendasikan sebuah program yang diberi nama "Opsi Observasi" dijalankan. Ini artinya, anak-anak berusia 2 tahun atau lebih, bisa diobservasi dalam periode waktu nan singkat sebelum diberikan antibiotik," tegasnya.
Berdasarkan catatan U.S. National Institutes of Health, penyakit infeksi telinga merupakan masalah yang kerap menimpa bayi yang baru lahir atau pun anak-anak di AS. Umumnya, 3 dari 4 anak-anak di AS, terkena infeksi telinga sebelum berumur 4 tahun.
Biasanya infeksi menyerang bagian tengah telinga atau yang sering disebut otitis. Otitis ini menyebabkan telinga mengeluarkan cairan yang berasal dari saluran tengah telinga anak.
Perdebatan pun lantas berkembang dimana sebagian kalangan medis mengalami silang pendapat. Ahli Pediatrik Otolarogis asal Universitas New York, Richard Rosenfeld mengatakan obervasi berbeda dengan arti tanpa pengobatan. Ketika rekomendasi observasi dijalankan sebelum pengobatan, dokter seharusnya mengirimkan "Jaminan" bila terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan. 
"Orang tua harus bertanya kepada dokter rentang jadwal observasi, biasanya antara satu atau tiga hari," tukasnya.
Pendapat itu segera dibantah Tunkel yang mengatakan observasi tidak bisa dijalankan pada setiap anak sekalipun mereka sehat atau berusia dua tahun atau lebih. Seperti misal, pada anak yang mengalami demam hingga memiliki suhu tubuh 102 F atau lebih maka sudah selaknya diobati."Kami bukannya bermaksud menghalangi penggunaan antibiotik pada anak," jelas Tunkel.
Sementara itu, British Journal BMJ pada Juli lalu mencatat infeksi telinga justru terjadi pada anak yang telah menjalani pengobatan dengan menggunakan anti biotik. Setelah 3 tahun, tulis BMJ, ditangani menggunakan anti biotik, 63% anak-anak yang menggunakan antibiotik jenis amoxcillin menderita infeksi telinga, sedangkan yang tidak menggunakan antibiotik hanya 43%nya yang terkena infeksi telinga.
Menyikapi laporan BMJ, Tunkel menyatakan, orang tua seharusnya bisa melihat hal itu bahwa anti biotik bukan pilihan utama. "Orang tua bisa saja melakukan tindakan yang meminimalisir penyebab resiko terjadinya infeksi. Seperti, berhenti merokok atau membersihkan kolam renang dari bakteri atau kuman," tuturnya.
Read More..

Sabtu, 16 Juni 2012

Imunoterapi, Penyembuh Kanker Masa Depan

Perusahaan farmasi di dunia kini semakin fokus pada pemanfaatan sistem imun tubuh untuk melawan penyakit kanker. Mereka yakin, sistem kekebalan tubuh merupakan kunci untuk menaklukkan penyakit yang hingga kini belum ada obatnya itu.
Pengobatan dengan sistem imun tubuh atau disebut dengan imunoterapi kini dipandang sebagai solusi untuk kasus kanker dan dapat meningkatkan harapan dan kualitas hidup pasien. Kendati demikian, pengembangan terapi ini masih menghadapi kemungkinan efek samping dan biaya yang mahal.
Saat ini, para ilmuwan terus mendalami imunoterapi untuk 23 jenis kanker. "Percobaan yang membuktikan konsep ini sudah selesai dilakukan. Sehingga kami tidak perlu meyakinkan pasien bahwa ini adalah ide yang bagus," kata Ira Mellman, Wakil Presiden Riset Onkologi dari Genentech, perusahaan bioteknologi.
Saat ini, sudah ada obat imunoterapi yang mendapat persetujuan badan pengawas obat di negara-negara maju, misalnya saja Dendreon dan Yervoy produksi Bristol-Myers Squibb. Akan tetapi, harganya masih mahal.
Misalnya saja Yervoy yang dipakai untuk mengobati kanker kulit atau melanoma yang dibandrol 120.000 Dollar AS (sekitar 1 miliar rupiah) untuk regimen standar. Sementara itu, Provenge untuk kanker prostat harganya sekitar 93.000 Dollar AS (sekitar 830 juta rupiah).
Meski di negara maju obat itu dibiayai oleh asuransi, namun para ahli tidak yakin apakah dokter akan meneruskan pengobatan yang demikian mahal itu jika penyakit kankernya tidak bisa disembuhkan. Tujuan dari obat tersebut adalah memperpanjang usia pasien.
Obat-obatan kanker generasi sebelumnya, yakni terapi target yang sebenarnya cukup efektif hanya bisa menunda kekambuhan penyakit. Penggunaan obat ini juga dibayangi oleh resistensi penyakit serta tidak semua sel kanker dibersihkan. Oleh sebab itu, imunoterapi ini diharapkan dalam jangka panjang bisa menjadi solusi untuk menghentikan siklus ini.
Read More..

Rabu, 13 Juni 2012

Spray Testosteron Perkecil Kepikunan

Spray Testosteron Perkecil Kepikunan
STUDI yang digelar peneliti dari Universitas Monash, Australia, baru-baru ini menemukan bahwa spray testosteron mampu meningkatkan memori pada perempuan menopause. Dr Sonia Davison dari Program Kesehatan Perempuan di Monash University memimpin studi itu dan mengatakan hasil ini bisa menciptakan sebuah terapi baru untuk memperlambat penurunan kognitif dan mengurangi kepikunan pada perempuan. "Hilangnya ingatan adalah salah satu gejala demensia," kata Dr Davison. "Seiring dengan bertambahnya usia, perempuan mengalami penurunan kadar testosterone. Yang terendah pada usia 65 tahun, itu merupakan usia kala demensia mulai muncul." "Jika dibandingkan dengan laki-laki, perempuan memiliki lebih sedikit testosteron dan lebih banyak risiko demensia. Maka itu, kami berpikir bahwa testosteron mungkin mampu melindungi memori," katanya sperti dikutip dari Monash.edu.au (6/6). "Penelitian ini mengidentifikasi apakah memulihkan tingkat testosteron pada perempuan akan meningkatkan daya ingat. Ini sekaligus merupakan cara mengurangi risiko demensia yang memengaruhi kehidupan banyak perempuan di seluruh dunia." Dalam penelitian itu, tim membandingkan kelompok yang terdiri atas 30 perempuan yang tidak menerima pengobatan dengan 9 perempuan menopause dini (usia 47-60) yang menerima spray testosteron pada kulit mereka. Dosis spray secara bertahap dikembalikan pada kadar testosteron khas perempuan muda usia subur. Setelah 26 minggu, kelompok yang menerima testosteron telah mengalami peningkatan pembelajaran verbal dan memori, sedangkan kelompok lainnya tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Kini dr Davison merekrut sejumlah besar perempuan berusia 55-70 untuk berpartisipasi dalam penelitian lanjutan penerapan gel testosteron dan plester testosteron. Adapun perusahan farmasi yang ditunjuk untuk memproduksi obat spray ini yaitu The National Health and Medical Research Council, the Royal Australasian College of Physicians Research and Education Foundation, dan FemPharm
Read More..

Sabtu, 09 Juni 2012

Jus Delima Minuman Pilihan Baru Untuk Tingkatkan Performa Kerja

Jus Delima Tingkatkan Performa Kerja
ADA pilihan minuman baru untuk makan siang Anda di kantor, jus delima. Minuman ini ditengarai bisa membuat kita lebih bersemangat mengerjakan berbagai tugas di kantor. 
Menurut sebuah studi, ditemukan bahwa jus buah delima yang sebelumnya diketahui mampu menurunkan detak jantung dan dapat membantu mengatasi stres ternyata bisa membuat orang merasa lebih positif terhadap pekerjaan. 
Para ilmuwan mempelajari sekelompok relawan yang meminum 500 ml jus delima setiap hari selama dua minggu. Pada awal dan akhir studi, denyut nadi mereka diukur dan mereka diminta mengisi kuesioner untuk menggambarkan suasana hati dan perasaan mereka mengenai pekerjaan. Penelitian yang didanai oleh perusahaan jus buah delima ini menunjukkan hampir semua pekerja dilaporkan menjadi lebih antusias, terinspirasi, bangga, dan aktif. 
Sebelum penelitian, para partisipan cenderung menggambarkan perasaan tertekan, gelisah, bersalah, dan malu. Jika dibandingkan dengan awal dua minggu, sebagian besar memiliki tingkat denyut nadi yang lebih rendah. 
"Atas dasar temuan ini, dibenarkan bagi para karyawan sibuk untuk minum jus buah delima guna membantu mengurangi stres kronis dan menjaga kesehatan yang baik," kata pemimpin peneliti Dr Emad Al-Dujaili dari Queen Margaret University di Edinburgh seperti dikutip Daily Mail. 
Lebih lanjut, ada bukti yang berkembang bahwa sari buah delima memberikan manfaat kesehatan yang luas dan ini dinilai patut dikembangkan lebih lanjut
Read More..

Rabu, 06 Juni 2012

Ketahui Apakah Kadar Kolesterol Anda Normal?

Sangat penting untuk mengetahui apakah kadar kolesterol darah kita normal atau tidak. Mungkinkah ada gejala yang bisa dijadikan tanda bahwa kadar kolesterol kita sudah tinggi?
"Sebagian besar hiperkolesterol tidak menimbulkan gejala, itu repotnya," ujar dr. Samuel Oetoro. Kadar kolesterol yang tinggi menyebabkan aliran darah menjadi kental sehingga oksigen menjadi kurang, sehingga gejala yang timbul adalah gejala kurang oksigen seperti sakit kepala, pegal-pegal.
"Namun, banyak yang tanpa gejala, makanya sering check up minimal 1 tahun sekali," saran dr. Samuel Oetoro. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui hiperkolesterol sedini mungkin sehingga dapat mencegah penyakit yang diakibatkan.
Pembuluh darah yang terganggu paling sering menyebabkan penyakit jantung dan stroke. Tapi, tidak hanya kedua penyakit mematikan tersebut, ternyata pembuluh darah yang terganggu juga dapat menyebabkan impotensi.
Kadar kolesterol dalam darah dapat diketahui dengan melakukan pemeriksaan darah di laboratorium kesehatan. Hasilnya akan dibandingkan dengan tabel klasifikasi kadar kolesterol sehingga dapat ditentukan golongannya.
Tabel Klasifikasi LDL dan HDL Kolesterol, Total Kolesterol dan Trigliserida
LDL ("Kolesterol jahat”)
Kurang dari 100Optimal
100-129Mendekati optimal
130-159Batas normal tertinggi
160-189Tinggi
Lebih dari 190Sangat tinggi
HDL ("Kolesterol Baik”)
Kurang dari 40Rendah
Lebih dari 60Tinggi
Total cholesterol (TC)
Kurang dari 200Yang diperlukan
200-239Batas normal tertinggi
Lebih dari 240Tinggi
Trigliserida (TGA)
Kurang dari 150Normal
150-199Batas normal tertinggi
200-499Tinggi
Sama atau lebih dari 500Sangat tinggi
Read More..

Aterosklerosis dan Efek Buruknya

Kolesterol yang berlebihan dalam darah akan mudah melekat pada dinding sebelah dalam pembuluh darah. Selanjutnya, LDL akan menembus dinding pembuluh darah melalui lapisan sel endotel, masuk ke lapisan dinding pembuluh darah yang lebih dalam yaitu intima.
"LDL disebut lemak jahat karena memiliki kecenderungan melekat di dinding pembuluh darah sehingga dapat menyempitkan pembuluh darah. LDL ini bisa melekat karena mengalami oksidasi atau dirusak oleh radikal bebas," kata dr. Samuel Oetoro, MS, Sp.GK.
LDL yang telah menyusup ke dalam intima akan mengalami oksidasi tahap pertama sehingga terbentuk LDL yang teroksidasi. LDL-teroksidasi akan memacu terbentuknya zat yang dpat melekatkan dan menarik monosit (salah satu jenis sel darah putih) menembus lapisan endotel dan masuk ke dalam intima.
Disamping itu LDL-teroksidasi juga menghasilkan zat yang dapat mengubah monosit yang telah masuk ke dalam intima menjadi makrofag. Sementara itu LDL-teroksidasi akan mengalami oksidasi tahap kedua menjadi LDL yang teroksidasi sempurna yang dapat mengubah makrofag menjadi sel busa.
Sel busa yang terbentuk akan saling berikatan membentuk gumpalan yang makin lama makin besar sehingga membentuk benjolan yang mengakibatkan penyempitan lumen pembuluh darah.
Keadaan ini akan semakin memburuk karena LDL akan teroksidasi sempurna juga merangsang sel-sel otot pada lapisan pembuluh darah yang lebih dalam (media) untuk masuk ke lapisan intima dan kemudian akan membelah-belah diri sehingga jumlahnya semakin banyak.
Timbunan lemak di dalam lapisan pembuluh darah (plak kolesterol) membuat saluran pembuluh darah menjadi sempit sehingga aliran darah kurang lancar.
Plak kolesterol pada dinding pembuluh darah bersifat rapuh dan mudah pecah, meninggalkan "luka" pada dinding pembuluh darah yang dapat mengaktifkan pembentukan bekuan darah.
Karena pembuluh darah sudah mengalami penyempitan dan pengerasan oleh plak kolesterol, maka bekuan darah ini mudah menyumbat pembuluh darah secara total. Kondisi ini disebut dengan aterosklerosis.
Aterosklerosis bisa terjadi pada arteri di otak, jantung, ginjal, organ vital lainnya dan lengan serta tungkai.
Jika aterosklerosis terjadi di dalam arteri yang menuju ke otak (arteri karotid), maka bisa terjadi stroke. Jika terjadi di dalam arteri yang menuju ke jantung (arteri koroner), bisa terjadi serangan jantung. 
Read More..

Ditemukan, Kolesterol Superjahat

Para ilmuwan menemukan kolesterol "superjahat" low-density lipoprotein (LDL) pada orang yang memiliki risiko tinggi terhadap serangan jantung. Kolesterol yang disebut MGmin-LDL ini sangat lengket sehingga mudah menempel pada arteri dan membentuk timbunan tebal (plak) sehingga arteri menjadi sempit.
Hasil penelitian tim dari Inggris ini memberi penjelasan mengapa risiko penyakit jantung lebih tinggi pada penderita diabetes, sekaligus membuka peluang diciptakannya obat anti-kolesterol terbaru.
Dalam penelitian yang dilakukan tim dari Universitas Warwick tersebut, para ilmuwan menciptakan MGmin-LDL di laboratorium melalui glycation, kelompok gula, yang ditambahkan ke kolesterol jahat (LDL). Proses tersebut mengubah bentuk kolesterol menjadi lebih lengket dan lebih cepat membentuk timbunan plak, mempersempit arteri dan mengurangi aliran darah, serta mengubahnya menjadi "kolesterol superjahat".
"Hasil riset ini memberi pemahaman yang besar mengenai jenis kolesterol yang berkontribusi menyebabkan penyakit jantung pada penderita diabetes dan orang lanjut usia. Tantangan selanjutnya adalah mengendalikan tipe kolesterol jahat ini agar tidak membahayakan arteri," kata Naila Rabbani, peneliti.
Read More..

Senin, 04 Juni 2012

Manfaat Senam Yoga untuk Ringankan Arthritis dan Fibromyalgia

Yoga Efektif Ringankan Arthritis dan Fibromyalgia
ADA 2 penelitian berhasil membuktikan bahwa penderita rheumatoid arthritis (RA) dan fibromyalgia yang berlatih yoga mangalami perbaikan signifikan secara statistik pada penyakit tersebut. 
Penelitian pertama dilakukan di Uni Emirat Arab (UEA) terhadap 47 pasien. Terlihat, pasien yang menyelesaikan 12 sesi yoga Raj yakni salah satu jenis yoga dengan gayalembut dengan menggabungkan teknik latihan dan pernapasan menunjukkan perbaikan yang signifikan dalam skor aktivitas penyakit. Namun, tidak ada perbaikan signifikan secara statistik pada skala kualitas hidup. 
"Kebanyakan pasien RA tidak berolahraga secara teratur padahal meskipun ada fakta bahwa mereka aktif secara fisik mengalami penurunan rasa nyeri," kata Dr Humeira Badsha MD, rheumatologist dan pendiri Emirates Arthritis Foundation, Dubai, UAE. 
"Walaupun penelitian kami telah dilakukan dalam kelompok kecil pasien, terlihat manfaat yang jelas bagi pasien yang secara teratur berlatih yoga Raj. Kami percaya bahwa berlatih yoga dalam jangka panjang bisa menghasilkan perbaikan yang signifikan. Kami pun berharap untuk menggelar studi lebih lanjut tentang manfaat yoga pada RA," tambah Badsha seperti dikutip dari Medicalnewstoday (27/5). 
Sementara itu, hasil penelitian lain yang menyelidiki efek yoga pada kualitas hidup pasien dengan fibromyalgia menunjukkan bahwa skor kualitas hidup, setelah delapan sesi program yoga klasik yang menggabungkan postur yoga yang lembut, teknik pernapasan, dan meditasi, mengalami perbaikan nilai disertai penurunan signifikan pada tingkat kecemasan pasien. 
Sering cemas merupakan gejala utama pada pasien dengan kondisi ini. Ini tentunya merupakan langkah positif dalam meningkatkan kehidupan orang yang menderita fibrolmyalgia. Penelitian itu dipresentasikan pada kongres tahunan EULAR 2012
mediaindonesia.com
Read More..

Infeksi E Coli Juga Ditemukan di AS

Kasus infeksi akibat strain bakteri E coli mematikan juga ditemukan di Amerika Serikat. Sebanyak tiga orang dilaporkan mengidap penyakit yang disebabkan bakteri yang menewaskan 18 orang di Eropa tersebut.
Keterangan dari pejabat Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyatakan, ketiga pasien yang terserang strain E coli tersebut belum lama ini bepergian ke Jerman. Mereka saat ini sedang dirawat di rumah sakit akibat mengidaphemolytic uremic syndrome (HUS), gangguan ginjal mematikan akibat komplikasi bakteri E coli. Sampel darah ketiga pasien itu masih dalam pemeriksaan di laboratorium CDC Atlanta, Georgia.
"Kami mempertimbangkan mereka kemungkinan menjadi bagian dari wabah yang berkembang di Eropa," ungkap Dr Robert Tauxe, Deputi Direktur Division of Foodborne, Bacterial and Mycotic Diseases CDC.
Menurut laporan Badan Kesehatan Dunia (WHO), sejauh ini tercatat ada 499 kasus HUS akibat merebaknya wabah E coli di Eropa. Angka kejadian HUS ini adalah yang tertinggi yang pernah terjadi di dunia, menurut Centers for Disease Control and Prevention.
"Sebagai perbandingan, ada 120 kasus HUS dalam kejadian terbesar wabah E coli di Jepang pada 1996," lanjut Tauxe.
Hingga kini para ahli belum dapat menjelaskan mengapa banyak kasus HUS bermunculan akibat strainbakteri yang diperkirakan CDC adalah strain O104:H4. Tauxe memperkirakan, strain ini memproduksi lebih banyak toksin ketimbang jenis lainnya.
Para dokter di Eropa dan Amerika Serikat tidak pernah lagi memberikan antibiotika kepada pasien yang terinfeksi E coli, sejak sejumlah penelitian menunjukkan bahwa langkah itu justru memperburuk kondisi pasien.
"Tampaknya antibiotika membuat bakteri meledak, dan racun yang berada di dalamnya keluar dan menimbulkan kerusakan," kata Dr Buddy Creech, asisten profesor penyakit menular di Vanderbilt University School of Medicine.
Menurutnya, hingga kini belum ada pengobatan khusus untuk mengatasi keganasan bakteri tersebut.
"Yang bisa kita lakukan adalah memberikan pasien obat mengatasi rasa sakit atau menempatkan mereka pada ventilator atau dialisis jika mereka membutuhkannya. Kita tidak bisa menangani masalah yang sebenarnya. Kita hanya bisa menunggu tubuh pulih dengan sendirinya. Yang bisa dilakukan hanya memonitor pasien dan berharap yang terbaik," ujar Dr Robert Steele, dokter anak dari St John’s Children’s Hospital di Springfield, Missouri.
Sumber :kompas.com
CNN
Read More..

Selasa, 29 Mei 2012

Dugaan Malpraktik Akibat Gagalnya Komunikasi Dokter dan Pasien

img
Kurangnya komunikasi yang baik antara dokter dengan pasien menjadi pemicu munculnya pengaduan malpraktik yang dilakukan dokter. Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI) mengakui komunikasi yang gagal telah menjadi masalah tersendiri.
Akibatnya meski dokter sudah menjalankan tugas sesuai prosedur, namun pasien tetap merasa dirugikan karena hasil terapi tidak sesuai harapan.
Hingga Maret 2012, MKDKI telah melayani 127 pengaduan kasus pelanggaran disiplin yang dilakukan dokter atau dokter gigi. Dari angka terebut, sekitar 80 persen dipicu kurang komunikasi.
Keterampilan dokter dalam menyampaikan informasi menjadi kunci dalam situasi semacam ini. Jika dokter tidak cakap berkomunikasi, maka yang terjadi adalah kesalahpahaman yang berbuntut pada pengaduan oleh pasien baik ke MKDKI ataupun langsung ke meja hijau.
"Dalam satu kasus, bayi meninggal di ruang Neonatus Intensive Care Unit (NICU). Dokternya hanya bilang kekurangan oksigen, sehingga keluarga pasien tidak terima. Padahal maksud si dokter adalah ketidakmampuan paru-paru si bayi untuk menerima oksigen," ungkap pakar hukum Universitas Hassanudin, Dr Sabir Alwy, SH, MH dalam jumpa pers di Gedung Kementerian Kesehatan, 
Seandainya yang terjadi adalah pasokan oksigen di ruang NICU habis, maka MKDKI bisa menilainya sebagai pelanggaran disiplin sehingga dokter yang bersangkutan bisa dikenai sanksi pencabutan izin. Namun karena yang terjadi hanya kurang komunikasi, MKDKI hanya akan memberikan teguran dan pembinaan.
Dr Sabir yang juga merupakan anggota MKDKI mengatakan, 80 persen pengaduan yang diterima MKDKI berawal dari kondisi gagalnya komunikasi ini. Tak heran dari 42 pengaduan yang sudah selesai ditangani MKDKI, hanya sekitar 50 persen yang diputuskan sebagai pelanggaran disiplin oleh dokter atau dokter gigi.
Sebaliknya menurut Dr Sabir, kadang-kadang pasien tidak mempermasalahkan hasil terapi yang tidak memuaskan ketika dokternya pandai berkomunikasi meski ada kemungkinan terjadi pelanggaran disiplin. Hanya saja karena pasien tidak melapor, angkanya tidak pernah terpantau oleh MKDKI.
"Sesuai tugas yang diatur Undang-undang, MKDKI hanya menerima pengaduan, pemeriksaan dan memutuskan kasus pelanggaran disiplin yang diajukan. MKDKI sifatnya pasif, jadi kalau tidak ada laporan dari masyarakat maka tidak ada penanganan," tambah Dr Sabir.
Sanksi Terberat Hanya Pencabutan Izin Sementara
Terhadap dokter yang terbukti melanggar disiplin, MKDKI bisa menjatuhkan sanksi disiplin sesuai derajat kesalahannya. Mulai yang paling ringan berupa teguran, kewajiban untuk menempuh pendidikan ulang hingga pencabutan izin secara permanen.
Namun diakui oleh Dr Sabir, hingga saat ini MKDKI belum pernah sekalipun menjatuhkan sanksi pencabutan izin secara permanen. Menurutnya, fungsi MKDKI adalah untuk pembinaan sehingga sanksi terberat hanya diberikan jika dokter yang melanggar dinilai sudah tidak mungkin dibina.
"Sekitar 30 persen hanya diberi sanksi pencabutan izin sementara, ada yang 2 bulan tapi juga ada yang sampai 4 bulan. Sanksi teguran tertulis sekitar 30 persen, sedangkan sisanya adalah reschooling atau kewajiban menempuh pendidikan ulang," kata Dr Sabir.
Dari sisi pembinaan, Dr Sabir menilai MKDKI cukup berhasil menjalankan fungsinya. Terbukti dari sekian kasus yang diputuskan bersalah dan dikenai sanksi, belum pernah ada pelanggaran berulang atau dilakukan oleh dokter yang sama untuk kedua kalinya.
Read More..

Senin, 28 Mei 2012

Semprotan untuk Pembersih Miss V Belum Tentu Bermanfaat

img

Beberapa wanita percaya bahwa menggunakan pembersih atau penyemprot vagina (vaginal douching) dapat memberikan manfaat dan merawat organ intimnya. Padahal cara pembersihan vagina ini justru dapat memberikan dampak negatif.

Vaginal douche adalah proses pembilasan atau pembersihan vagina dengan menyomprotkan air atau larutam tertentu ke dalam rongga vagina untuk berbagai alasan.
Sebagian wanita memilih untuk menggunakan douche (semprot vagina) untuk berbagai alasan. Banyak dari mereka masih percaya dengan mitos atau informasi yang salah tentang vaginal douche.
Berikut beberapa alasan mengapa wanita menggunakan vaginal douche dan fakta sebenarnya, seperti dilansir about.com
1. Membersihkan sisa darah usia menstruasi
Untuk membersihkan sisa-sisa darah di akhir masa menstruasi sebenarnya tidak memerlukan vaginal douche karena tubuh memiliki kemampuan sendiri untuk membersihkan vagina dengan mengeluarkan lendir.
2. Menghindari kehamilan atau penyakit menular seksual
Semprot vagina bukan merupakan kontrasepsi yang bisa mencegah kehamilan apalagi penularan penyakit seksual. Menyemprotkan air, cuka atau bahan lainnya ke dalam vagina bukan hanya akan tidak mencegah kehamilan, ini bahkan dapat menyebabkan infeksi jamur.
Sperma melewati leher rahim dalam hitungan detik, sehingga pada saat menggunakan semprot vagina, telur mungkin sudah dibuahi.
3. Mengurangi bau vagina
Wanita yang mengalami bau vagina membutuhkan diagnosa dokter yang tepat untuk menentukan penyebab bau tidak sedap yang mungkin bisa jadi merupakan tanda infeksi atau masalah serius lainnya. Menggunakan vaginal douche hanya akan mempersulit kondisi tersebut.
4. Merasa bersih
Vagina tidak memerlukan pembersih semprot seperti vaginal douche karena vagina benar-benar memiliki kemampuan pemberihan sendiri.
5. Mengobati infeksi jamur atau infeksi bakteri kronis
Dokter mungkin akan meresepkan vaginal douche untuk kasus tertentu seperti infeksi jamur atau infeksi bakteri kronis. Tapi untuk kasus ini, semprot vagina harus dilakukan di bawah pengawasan dokter.
Apakah vaginal semprot vagina sehat?
Secara sederhana jawabannya adalah tidak. Menurut sebuah studi yang diterbitkan oleh American Journal of Public Health, semprot vagina dapat mengurangi kesempatan wanita untuk hamil selama bulan tertentu sekitar tiga puluh persen.
Penggunaan vaginal douche secara teratur juga dapat mengubah keseimbangan kimiawi halus di vagina dan membuat wanita lebih rentan terhadap infeksi.
Semprot vagina dapat menyebabkan bakteri baru masuk ke dalam vagina yang dapat menyebar sampai melalui rahim, leher rahim dan saluran tuba. Peneliti telah menemukan bahwa wanita yang melakukan semprot vagina secara teratur mengalami iritasi vagina dan infeksi seperti bacterial vaginosis dan peningkatan jumlah penyakit menular seksual.
Selanjutnya, penggunaan rutin semprot vagina dapat berisiko lebih tinggi secara signifikan mengembangkan penyakit radang panggul (pelvic inflammatory disease atau PID), yaitu suatu kondisi kronis yang dapat menyebabkan infertilitas atau bahkan kematian, jika tidak ditangani.
Bacterial vaginosis dan PID dapat menyebabkan dampak serius yang mempengaruhi pada kehamilan seperti infeksi pada bayi, masalah persalinan dan kelahiran prematur.
Untuk alasan ini, semprot vagina tidak lagi dianjurkan sebagai cara yang aman atau sehat untuk membersihkan vagina.
Satu-satunya cara yang aman dan sehat untuk membersihkan vagina adalah membiarkan vagina membersihkan dirinya sendiri. Keseimbangan kimiawi lembut vagina sangat sensitif dan mudah terganggu oleh bilas vagina rutin.
Read More..