Kamis, 15 September 2011

Jagung Muda Menghilangkan Bekas Cacar Air

Jagung muda memang banyak sekali gunanya, dibakar sangat lezat, dimasak juga enak. Tapi juga bias dipakai untuk mengobati bekas cacar air. Jagung muda sangat berkhasiat menghilangkan bintik merah bekas cacar air di badan.

Caranya :
Parutlah Jagung muda lalu gosokkan pada wajah atau bagian badan yang berbintik merah. Lakukan hal itu secara rutin, teratur. Semoga sembuh penyakit anda.

Jika anda benar-benar telah membuktikan resep ini niscaya nanti berkomentar, 'Wah sekarang bekas cacarku yang.bikin malu itu sudah lenyap."
Read More..

Darah Tinggi Sembuhkan dengan Akar Pohon Pepaya

Tekanan darah tinggi adalah termasuk jenis penyakit yang berbahaya. Penderita bisa mati mendadak karenanya. Tanda-tanda penyakit ini penderita mudah tersinggung dan sering rnarah-marah.

Untuk mengatasi hal ini cobalah resep di bawah ini.

Bahannya :
-          -  Akar pohon papaya tinggi min 1 m
-          -  Air

Cara membuatnya :
Ambillah akar pohon pepaya yang tingginya satu meter, dicuci bersih dan direbus dengan air sebanyak satu liter. Biarkan sampai mendidih sehingga air tinggal seperempatnya saia. Air rebusan diminum hangat-hangat pagi dan sore hari. Akar pohon ini bisa.direbus sebanyak 7 kali berulang kali. Lakukan setiap hari sampai penyakit anda hilang sama sekali.
Read More..

Asam Kawak untuk Payudara Mengeras



lbu-ibu yang baru melahirkan. kadang ada yang menderita sakit pada buah dadanya. Badannya.terasa demam olehnya dan buah dadanya sangat mengeras.

Bahannya :

-          Sarang lebah tutuh
-          Asam kawak
-          Air

Cara membuatnya :

Carilah sarangnya lebah tutuh (semacam lebah berwarna biru, kecil dan panjang, bersarang dari tanah liat di sudut-sudut rumah) dicampur dengan air dan asam yang sudah lama (asam kawak). Oleskan ramuan itu pada.bagian yang sakit sampai merata berulang kali. Mudah-mudahan hasilnya akan memuaskan.
Read More..

Kamis, 05 Mei 2011

Keputihan Akibat pH Tidak Seimbang

pH Tidak Seimbang Timbulkan Bakteri Jahat

PADA dasarnya bakteri, baik aerob maupun anaerob dalam vagina adalah bakteria normal. Namun, selain kedua bakteri tersebut ada juga bakteri "jahat" yang merugikan seperti Chlamydia dan Candida. Umumnya, bakteri baik dan jahat ini hidup seimbang dalam vagina. Namun, ketika fungsi imun terganggu dan kadar endokrin berubah, akan menyebabkan masalah di vagina.

"Keputihan yang dikarenakan bakteri ditandai gejala Klinis seperti lendir vagina sedikit, homogen, putih keabu-abuan, bau tidak sedap, tetapi tidak menyebabkan iritasi," kata Leo.

Kondisi dengan keputihan tersebut jika dialami oleh ibu hamil, akan berisiko pada kelahiran prematur. Risiko lainnya adalah kehamilan di luar rahim yang kadang-kadang mengakibatkan radang panggul. Keputihan karena peningkatan bakteri patogen yang menyebabkan bakteri baik menurun mengakibatkan pH vagina meningkat dan vagina menjadi bersifat basa dan membuat jamur jadi berkembang.

"Ph wanita berkisar 3,8 atau 4,5. Iika ph mengalami ketidak-seimbangan, maka jamur bisa berkembang biak. Oleh karena itu, wanita yang menggunakan pembersih, cukup menggunakannya sekali sebulan atau paling cepat sekali dalam dua minggu” kata Leo.

Read More..

Selasa, 03 Mei 2011

Penyebab Keputihan

Faktor Penyebab Keputihan

KEPUTIHAN pada dasarnya berupa cairan yang berlebihan yang keluar dari vagina. Secara patologis, keputihan disertai oleh rasa gatal dan seperti terbakar di bibir vagina. Seringkali kondisi ini menimbulkan bau busuk dan rasa nyeri waktu berhubungan intim. Keputihan patologis juga mengalami perubahan warna putih, kekuningan, keabun sampai kehijauan.

Perubahan warna yang dipengaruhi ketidakseimbangan bakteri dalam vagina adalah faktor penyebab bau dan juga tekstur dari keputihan. Hal ini dikarenakan perubahan keseimbangan bakteri maupun kadar (pH) asam vagina.

Menurut dr. Leo faktor-faktor perubahan ph adalah:
  1. Penggunaan antibiotik maupun steroid (biasanya dalam pembersih wanita) yang cukup lama sehingga menyebabkan bakteri “baik” penjaga pH vagina mati dan jamur berkembang biak.
  2. Infeksi bakteri yang kebanyakan terjadi pada wanita hamil dan wanita yang memiliki banyak pasangan seksual.
  3. Pemakaian pil KB.
  4. Kanker serviks.
  5. Diabetes yang tidak terkontrol sehingga kadar gula tinggi sehingga gula dalam urin dan darah dan mengakibatkan bakteri tumbuh subur.
  6. Infeksi panggul setelah operasi.
  7. Penyakit radang panggul.
  8. Trikomoniasis, infeksi parasit yang biasanya dikarenakan hubungan seks yang tidak aman.
  9. Penipisan dan kekeringan dinding vagina karena menopause.
  10. Vaginitis, merupakan kondisi peradangan dan iritasi sekitar vagina.
  11. Infeksi jamur.


Read More..

Sabtu, 30 April 2011

Keputihan Fisiologis dan Patologis

Keputihan Fisiologis dan Patologis

KEPUTIHAN pada dasarnya adalah semacam lendir atau cairan berlebihan yang ke luar melalui vagina. Dr. H. Leo Prawirodihardjo, SpOG(K), M.Kes, MM, PhD, Kepala UPTD RSIA Siti Fatimah Makassar kepada FAJAR mengatakan bahwa keputihan ada dua macam, yaitu fisiologis dan patologis. Fisiologis adalah cairan bening yang bisa terjadi pada perempuan mana saja termasuk bayi yang baru lahir.

Umumnya keputihan fisiologis terjadi pada remaja yang akan memasuki masa pubertas, saat terangsang dan wanita hamil. Keputihan secara patologis adalah cairanberlebihanyangkeluar dari vagina menimbulkan rasa gatal dan berbau. Selain itu, keputihan patologis juga berwarna seperti putih kental, kekuningan, keabu-abuan dan kehijau-hijauan.

Keputihan patologis bisa terjadi diakibatkan lima hal: bakteri, jamur, virus, kanker, dan protozoa. Protozoa adalah hewan kecil yang hanya bisa dilihat melalui mikroskop. Gejala keputihan yang ditimbulkan dari kelimanya pun berbeda-beda.

Leo Prawirodihardjo mengatakan bahwa gejala keputihan yang ditimbulkan oleh bakteri adalah warnanya berubah menjadi putih keabu-abuan, berbau namun tidak terlalu gatal. Untuk gejala keputihan yang disebabkan oleh jamur akan menimbulkan rasa gatal dan berwarna putih kental.

Gejala keputihan yang ditimbulkan karena faktor adanya virus adalah bau dan cairanya tidak terlalu banyak serta perubahan warna sedikit. Gejala keputihan yang disebabkan kanker lebih mudah dikenali karena cairan yang keluar disertai darah. Namun untuk gejala protozoa, warna keputihan berubah menjadi kuning kehijau-hijauan, banyak dan amis.

Untuk keeputihan secara patologis tidak boleh dianggap sepele. Keputihan ini akan menimbulkan infeksi yang perlahan-lahan naik ke mulut rahim. Bagi wanita hamil, akan bisa menimbulkan infeksi ke janin.


Sumber: Harian Fajar 16042011
Read More..

Kamis, 21 April 2011

Obat Kanker 10.000x Lebih Ampuh Dari Kemoterapi

Obat Kanker 10.000x Lebih Ampuh Dari Kemoterapi

Selama ini kita tahu bahwa kanker hanya bisa diobati dengan terapi kemo. Namun tampaknya persepsi ini harus dihapus dan dibuang sejauh-jauhnya. Kenapa? Karena sebenarnya ada obat alami untuk membunuh sel kanker yang kekuatannya 10.000x lebih ampuh dibanding terapi kemo. Obat alami ini adalah buah yang familiar dengan orang Indonesia.

Hasil riset membuktikan Pohon Sirsak mampu :
• Menyerang sel kanker dengan aman dan efektif secara alami, tanpa rasa mual, berat badan turun, ataupun rambut rontok, seperti yang terjadi pada terapi kemo.
• Melindungi sistim kekebalan tubuh dan mencegah dari infeksi yang mematikan.
• Pasien merasakan lebih kuat, lebih sehat selama proses perawatan atau penyembuhan.
• Energi meningkat dan penampilan fisik membaik.

Bahan-bahannya :
- 10 buah daun Sirsak
- 3 gelas air

Cara membuatnya :
10 buah daun sirsak yang sudah tua (warna hijau tua) dicampur ke dalam 3 gelas air dan direbus terus hingga menguap dan airnya tinggal 1 gelas saja. Air yang tinggal 1 gelas diminumkan ke penderita sehari 2 kali. Setelah minum, efeknya badan terasa panas, mirip dengan efek kemoterapi.

Untuk pencegahan:
disarankan makan atau minum jus buah Sirsak.

Dalam waktu 2 minggu, hasilnya bisa dicek ke dokter. Daun Sirsak ini katanya sifatnya seperti kemoterapi, bahkan lebih hebat lagi karena daun Sirsak hanya membunuh sel-sel yang tumbuh abnormal dan membiarkan sel-sel yang tumbuh normal. Silakan mencoba.
Read More..