Tampilkan postingan dengan label tongkat ali. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tongkat ali. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Maret 2009

Get A Harder Erection - A Stronger Longer Lasting Erection Naturally

If you want to get a harder erection or you are suffering from erection problems then the combination of herbs enclosed will help you achieve one quickly and naturally...

Before we look at the herbs, let's look at exactly what you need for a hard erection.

The key to a hard erection is strong blood circulation. You need an increased flow of blood sent to the sex organs, it then needs to enter in increased volume and for this to occur you need to secrete nitric oxide.

Nitric oxide is the chemical which relaxes and expands, the blood vessels which lead into the penis and allows an increased flow of blood enter and pool in the penis.

You also need plenty of testosterone, the key male sex hormone for stamina and peak sexual performance. Overall body energy also needs to be high, for you to be able to focus on sex and finally, your mind needs to be free of stress and worry.

The herbs below are found in all the best herbal sex pills and will help you get a stronger erection and hold it for longer. Let's take a look at them.

Cnidium
Cnidium increases nitric oxide release and inhibits PDE-5 and performs the same function as synthetic drugs but does so naturally, with no side affects. In addition Cnidium also helps promote better blood circulation around the body and to the pelvic region.

Horny Goat Weed
This herb increases both nitric oxide and testosterone levels and also helps to fight stress and fatigue.

Ginseng
Ginseng increases blood and oxygen flow to the sex organs, increases body energy, reduces stress and improves overall mood and is one of the best all round tonic herbs, for better sexual health and overall wellness.

Ginkgo Biloba
Ginkgo Biloba improves blood flow around the body and into the penis. In terms of getting a harder erection, it increase the half-life of the endothelium relaxation factor which enables men to get stronger erections and hold them for longer periods of time.

Tongkat Ali Extract (Eurycoma longfolia)
The root (long jack root) of the Eurycoma longifolia tree contains bioactive Glygopeptide compounds which increase free testosterone and decrease SHBG levels in the body which leads to a harder erection.

Tribulus Terrestris Extract
This herb is a favorite of bodybuilders and other serious sportsmen, due to its ability to dramatically increase levels of testosterone in the body, improving sexual desire and stamina.

Get them ALL for Better Sexual Health

If you want to get a harder erection naturally, the above herbs will help you do just that and improve your overall health at the same time - try them and you maybe glad you did.

Source : http://www.articlesbase.com
Read More..

Pasak Bumi, Bukan Sekadar Janji

Oleh: Djoko Hargono, Pemerhati obat alam, di Jakarta

Meski mirip-mirip gelar pangeran atau raja Jawa, ia bukan keturunan darah biru. Tapi nama jenis tanaman yang disanjung-sanjung sebagian kaum Adam lantaran janji-janjinya yang bisa membangkitkan kejantanan. Betulkah?

Namanya terdengar bombastis. Padahal, sosoknya bukanlah tanaman raksasa nan kuat hingga mampu menembus perut Bumi. Nama yang terkesan melambangkan "kedigdayaan" itu rupanya berkaitan dengan daya linuwih (kemampuan lebih) yang dipunyainya, seperti diyakini banyak orang selama ini. Ia mampu membuat pria kokoh dalam urusan ranjang, tak ubahnya sepotong pasak raksasa yang sanggup menghunjam Bumi.

Tengok saja khasiatnya. Pasakbumi mampu meningkatkan gairah seksual, kadar testosteron, jumlah sel sperma dalam sperma, kecepatan gerak sel sperma, dan intensitas ereksi. Tak berhenti di situ. Ia juga tangguh melawan biang keroknya penyakit malaria.

Pasakbumi yang di Malaysia dijuluki "tongkat Ali" ini sudah dikenal lama sebagai tumbuhan afrodisiak. Bagian yang ampuh memang akarnya. Di dalmnya terkandung puluhan senyawa bioaktif dengan berbagai variasi struktur kimia.
Penelitian farmakologis menggunakan tikus sebagai hewan percobaan membuktikan hal itu. Ekstrak etanolik (menggunakan pelarut etanol) akar pasakbumi membuat tikus jantan menjadi sangat aktif terhadap tikus betina.

Namun, sejauh ini senyawa bioaktifnya yang bikin tikus jantan mabuk kepayang belum diketahui. Diperkirakan, senyawa itu alkaloid, senyawa dengan struktur kimia menyerupai yohimbin dalam tumbuhan Pausinytalia yohimbe (K. Schum.) Pierre. Diduga pula, mekanisme kerja afrodisiak akar pasakbumi mirip dengan P yohimbe.

Rupanya, hal itu mengandung kontroversi karena yohimbin dinyatakan tidak terbukti memiliki aktivitas sebagai afrodisiak. Karena itu, pasti ada senyawa lain yang mungkin memiliki aktivitas sebagai afrodisiak. Akhirnya diketahui, senyawa itu ternyata adalah kuasinoid.

Tanpa mempersoalkan senyawa bioaktifnya, kenyataan menunjukkan bahwa ekstrak etanolik atau pun ekstrak akuatik (menggunakan pelarut air) akar pasakbumi saja sudah menunjukkan sifat afrodisiak. Dari percobaan diketahui, tikus jantan yang diberi ekstrak akuatik dan etanolik akar pasakbumi menjadi lebih aktif terhadap tikus betina ketimbang tikus jantan yang tidak mendapat ekstrak yang sama.

Bahkan saking aktifnya, tikus jantan sampai menabrak dinding pemisah kandang agar bisa masuk ke kandang betina. Sebaliknya, tikus jantan yang tidak dikasih ekstrak akar pasakbumi tenang-tenang saja tingkah lakunya. Ini diperkuat oleh penelitian H.H. Ang dan MIK. Sim bahwa ekstrak akar pasakbumi benar-benar membangkitkan nafsu seksual tikus jantan sampai berkali-kali menunggangi tikus betina, mengalami ejakulasi, dan sebagainya. Penelitian yang sama bahkan menunjukkan, ekstrak akar pasakbumi meningkatkan indeks ereksi penis tikus jantan.

Menurut Prof Dr Johari Mohd. Saad, dari Universiti Malaya, jumlah sperma tikus jantan itu juga meningkat dan gerakannya lebih cepat dibandingkan dengan yang tidak diberi ekstrak akar pasakbumi. Malah, jika tidak ada tikus betina dalam kandang, tikus jantan yang diberi
ekstrak akar pasakbumi akan melakukan tindakan homoseksual terhadap tikus jantan lain. Namun, bila tikus betina disuntik dengan ekstrak pasakbumi, ia justru ogah melakukan hubungan suami-istri.

Khasiat lainnya, pasakbumi juga meningkatkan kadar testosteron. Hasil kajian secara in vitro oleh Prof. Dr. Johari Mohd. Saad menggunakan homogenat testes penderita kanker prostat memperlihatkan, pemberian ekstrak akar pasakbumi meningkatkan kadar testosteron darah. Hormon ini berfungsi mengembangkan dan memelihara ciri-ciri kelamin sekunder pada pria serta membantu sel-sel pembentuk spermatozoa dalam melakukan tugasnya.

Selain itu, testosteron juga memiliki kerja anabolik, yakni meningkatkan pembentukan zat putih telur, terutama protein otot, sehingga tubuh menjadi kekar. Testoteron dapat pula menekan pembentukan gonadotropin oleh hipofisa. Namun, perlu diketahui, zat-zat androgen tidak boleh diberikan pada penderita kerusakan hati atau kanker prostat. Karena itu, seyogyanya pasakbumi tidak dikonsumsi oleh penderita kanker prostat atau gangguan fungsi hati.

Di luar urusan ranjang, pasakbumi ternyata ampuh untuk melumpuhkan Plasmodium falciparum strain Thailand yang sudah kebal terhadap banyak obat antimalaria. Dari penelitian diketahui, pasakbumi juga memiliki aktivitas antimalaria. Aktivitas tertinggi ditunjukkan baik oleh ekstrak kloroformik (dengan pelarut kloroform) maupun ekstrak I-butanolik (dengan pelarut I-butanol) akar pasakbumi.

Senyawa bioaktif yang berkhasiat terhadap malaria itu ialah senyawa erikomanon yang lebih aktif ketimbang obat malaria klorokuin. Senyawa eurikomalakton dan eurikomanol yang terkandung di akar pasakbumi juga memiliki aktivitas antimalaria meskipun hanya sebesar 60 - 70% klorokuin.

Tata nama kacau
Meski saat ini sudah kondang, rupanya tanaman ini sempat tidak terdokumentasikan di Herbarium Bogoriense. Akibatnya, sulit menemukan nama daerah untuk pasakbumi.
Nama pasakbumi itu sendiri mungkin nama rekaan atau ciptaan baru yang bertendensi komersial. Sebab, munculnya nama pasakbumi bersamaan waktunya dengan diketahuinya penggunaan tumbuhan itu sebagai obat kuat oleh masyarakat di pedalaman Kalimantan. Lagi pula, ada informasi yang mencoba menghubungkan bentuk akar tumbuhan itu dengan ajaran signatura (the doctrine of signature, kesimpulan berdasarkan tanda-tanda pada tumbuhan).

Lepas dari itu, nama pasakbumi masuk akal. Faktanya, akar tunggang tumbuhan ini kokoh dan tegak lurus menusuk ke dalam tanah seolah-olah menuju ke pusat Bumi. Orang pun menganggapnya bagaikan pasak Bumi. Pasakbumi akhirnya dianggap nama paling tepat untuk tanaman ini.

Dulu, pemerintah dan pihak swasta pernah meminta kepada pihak Herbarium Bogoriense -Lembaga Biologi Nasional untuk memberi kepastian tentang identitas pasakbumi. Namun, contoh tumbuhan yang mula-mula dikirimkan ke instansi itu ternyata berasal dari jenis tumbuhan lain. Maka terjadilah kekacauan tata nama di berbagai media cetak. Ketika contoh tanaman itu kembali dikirim, sayang sekali yang dikirim bukan tanaman utuh. Ada yang mengirimkan akarnya saja, ada yang akar dan daunnya. Untungnya, bagian-bagian itu berasal dari satu jenis tumbuhan.

Dari hasil determinasi contoh yang salah dan berbeda-beda itu, nama ilmiah yang pernah diberikan kepada masyarakat pun lantas berbeda-beda. Setelab ada contoh lumayan lengkap yang dikirimkan oleh seorang asisten apoteker dari Banjarmasin, barulah determinasi mengarah kepada Eurycoma longifolia Jack.

Baru sekitar Februari - Maret 1973, identitas pasakbumi dapat dipastikan, yakni Eurycoma longifolia Jack dari suku Simarubaceae.

Apalah arti sebuah nama, kata seorang pujangga. Yang penting, pasakbumi tidak mengumbar janji. (Intisari
sumber : Kompas.com
Read More..

Eurycoma longifolia atau Tongkat Ali atau Pasak Bumi

Scientific classification
Kingdom: Plantae
Division: Magnoliophyta
Class: Magnoliopsida
Order: Sapindales
Family: Simaroubaceae
Genus: Eurycoma
Species: E. longifolia

Binomial name
Eurycoma longifolia
Jack[1]

Eurycoma longifolia (a.k.a. Tongkat Ali or Pasak Bumi) is a flowering plant in the family Simaroubaceae, native to Indonesia and Malaysia.

Eurycoma longifolia is a small evergreen treelet growing to 15 m (49 ft) tall, with spirally arranged, pinnate leaves 20-40 cm (8-16 inches) long with 13-41 leaflets. The flowers are dioecious, with male and female flowers on different trees; they are produced in large panicles, each flower with 5-6 very small petals. The fruit is green ripening dark red, 1-2 cm long and 0.5-1 cm broad.

Uses
Eurycoma longifolia has become popular for its alleged testosterone-enhancing properties. It has therefore been included in some herbal supplements for bodybuilders. Historically, South East Asia has utilised the herb for its suggested antimalarial, antipyretic, antiulcer, cytotoxic and aphrodisiac properties.

Some scientific studies suggest that it enhances sexual characteristics and performance in animals.[2][3][4] However, most of these studies were conducted by the same researchers, so more research is needed.

In other studies, fractions of Eurycoma longifolia extract have been shown to induce apoptosis in breast-cancer cells[5] and to be cytotoxic to lung-cancer cells.[6]

The British Journal of Sports Medicine published the results of a scientific study in 2003, which showed that Eurycoma longifolia caused increased muscle strength and size when compared to a placebo.[7] This may demonstrate the anabolic properties of Tongkat Ali but again more research is needed. Some athletes and body builders now use Tongkat Ali extract in the hope that it will act as a testosterone-booster, to improve muscle size, strength, and performance without drugs.

Tongkat ali is sold in various extract ratios, with 1:50, 1:100, and 1:200 being most common. It should be noted that a higher extract ratio does not necessarily mean that an extract is more potent. At a higher extraction ratio, some of the active ingredients may even be lost, as the focus if often reflective of a pursuit of patent rights than achieving efficacious end product.

On the other hand, some products on the market do not state any specific extract ratio, and then it may be anything between 1:2 and 1:10. Furthermore, buyers should be aware that tongkat ali is one of the most expensive herbals sold internationally. Thus, capsules or tablets that combine tongkat ali with other ingredients and do not indicate definite quantities of each ingredient may contain just minuscule amounts of tongkat ali. The market demand for Tongkat Ali is growing, and even though plantations are being created every year, demand still outweighs supplies. Trees in their native habitat are rather scarce, and are further endangered by the common practice of wild harvesting.

References
^ "Eurycoma longifolia information from NPGS/GRIN". www.ars-grin.gov. http://www.ars-grin.gov/cgi-bin/npgs/html/taxon.pl?417514. Retrieved on 2008-03-14.
^ Ang HH, Ngai TH, Tan TH (2003). "Effects of Eurycoma longifolia Jack on sexual qualities in middle aged male rats". Phytomedicine 10 (6-7): 590–3. doi:10.1078/094471103322331881. PMID 13678248.
^ Ang HH, Cheang HS, Yusof AP. (2000). "Effects of Eurycoma longifolia Jack (Tongkat Ali) on the initiation of sexual performance of inexperienced castrated male rats". Exp Anim 49 (1): 35–8. doi:10.1538/expanim.49.35. PMID 10803359.
^ Ang HH, Lee KL, Kiyoshi M (2004). "Sexual arousal in sexually sluggish old male rats after oral administration of Eurycoma longifolia Jack". J Basic Clin Physiol Pharmacol 15 (3-4): 303–9. PMID 15803965.
^ Tee TT, & Azimahtol HL. (2005). "Induction of apoptosis by Eurycoma longifolia jack extracts". Anticancer Res 25 (3B): 2205–13. PMID 16158965.
^ Kuo PC, Shi LS, Damu AG, Su CR, Huang CH, Ke CH, Wu JB, Lin AJ, Bastow KF, Lee KH, Wu TS. (2003). "Cytotoxic and antimalarial beta-carboline alkaloids from the roots of Eurycoma longifolia". J Nat Prod 66 (10): 1324–7. doi:10.1021/np030277n. PMID 14575431.
^ Hamzah S, Yusof A (October 2003). "The Ergogenic Effects of Eurycoma Longifolia Jack: A Pilot Study". Br. J. Sports Med. 37: 464–70. doi:10.1136/bjsm.37.5.464. http://bjsm.bmjjournals.com/cgi/content/full/37/5/464. - Abstract of study listed as item 007

Source from wikipedia
Read More..