Tampilkan postingan dengan label Makanan Sehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makanan Sehat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Juli 2012

Mengapa Anda Memiliki Alergi Makanan?

Alergi makanan adalah reaksi hipersensitivitas sistem kekebalan tubuh terhadap makanan tertentu. Makanan yang sering menyebabkan alergi adalah susu sapi, sereal, kacang-kacangan, putih telur, udang dan ikan. Alergi juga dapat disebabkan oleh sulfida atau salisilat dalam makanan dan obat, penyedap masakan, zat pengawet dan pewarna sintetis.Alergi makanan memengaruhi sekitar 3-10% anak-anak. Pada beberapa bayi, protein tidak dapat dicerna secara optimal karena aktivitas enzim pencernaan belum sepenuhnya berkembang. Selain itu, mereka memiliki permeabilitas mukosa usus untuk makromolekul lebih besar daripada orang dewasa. Akibatnya, protein yang belum dipecah lebih banyak terserap di usus kecil sehingga menimbulkan reaksi alergi.Pada 80% kasus, alergi makanan menghilang di tahun-tahun awal kehidupan. Hanya 1-2 % orang dewasa yang memiliki alergi (perempuan dua kali lebih banyak dari laki-laki). Alergi terhadap makanan tertentu seperti susu sapi dan putih telur cenderung menghilang ketika anak tumbuh dewasa. Alergi udang, ikan, kerang dan kacang-kacangan cenderung terus berlanjut seumur hidup.PenyebabTubuh kita dilindungi dari infeksi oleh sistem kekebalan tubuh. Kita memproduksi sejenis protein yang disebut antibodi untuk menandai kuman yang menyebabkan infeksi. Ada berbagai jenis antibodi, dan yang menyebabkan reaksi alergi disebut imunoglobulin E (IgE). Antibodi IgE biasanya dihasilkan sebagai respon terhadap infeksi parasit, seperti pada malaria. Namun, beberapa orang memproduksi IgE sebagai respon terhadap makanan tertentu.Saat pertama kali Anda memakan makanan penyebab alergi, sistem kekebalan tubuh Anda merespon dengan membuat IgE. IgE dalam hal ini bertindak seperti penanda molekul makanan penyebab alergi (alergen). Ketika Anda memakan makanan itu lagi, tubuh akan mengeluarkan antibodi IgE dan bahan kimia lainnya, termasuk histamin, untuk mengusir “protein musuh” dari tubuh Anda. Histamin adalah bahan kimia kuat yang dapat memengaruhi sistem pernafasan, saluran pencernaan, kulit, atau sistem kardiovaskular. Sebagai akibat respon ini, gejala alergi makanan terjadi. Gejala yang Anda rasakan tergantung pada bagian tubuh mana histamin dilepaskan. Jika dilepaskan di telinga, hidung, dan tenggorokan, Anda mungkin merasakan hidung dan mulut gatal, atau kesulitan bernapas atau menelan. Jika histamin dilepaskan di kulit, Anda dapat mengembangkan gatal-gatal atau ruam. Jika histamin dilepaskan dalam saluran pencernaan, Anda mungkin akan mengembangkan sakit perut, kram, atau diare. Banyak orang mengalami kombinasi gejala-gejala tersebut.Kita tidak tahu mengapa beberapa makanan dapat menyebabkan alergi dan yang lainnya tidak, tapi kemungkinannya adalah karena beberapa protein dalam makanan sangat mirip dengan protein yang terdapat dalam virus dan bakteri. Oleh karena itu, alergi biasanya adalah kecenderungan genetik di mana sistem kekebalan tubuh seseorang tidak mampu membedakan protein makanan dengan virus atau bakteri.GejalaGejala alergi dan tingkat keparahannya bervariasi pada tiap orang. Makanan berbeda dapat memicu gejala yang berbeda pula. Reaksi terhadap makanan biasanya muncul dalam waktu satu jam setelah makan atau kurang. Berikut adalah beberapa gejala alergi yang mungkin timbul: * Kulit: ruam kulit kemerahan (biduran/urtikaria) yang gatal dan menghilang dalam beberapa hari. * Mata: edema, konjungtivitis alergi * Hidung: hidung meler (rhinitis), bersin * Tubuh: pembengkakan tubuh (angioneurotik edema) * Mulut: radang di mulut, lidah dan langit-langit * Saluran pernapasan: batuk, asma, sesak napas * Saluran pencernaan: diare, muntah, perut kram, keras dan kembung * Sistem: syok anafilaksis (jarang), tekanan darah, gangguan irama jantung, jantung berdebar, sakit kepala, kelelahanAlergi atau intoleransi makanan?Perut kembung, otot atau sendi nyeri dan kelelahan juga dapat terjadi setelah seseorang memakan makanan tertentu, tetapi penyebabnya bukan alergi melainkan intoleransi makanan. Intoleransi makanan adalah respon sistem pencernaan– bukan respon sistem kekebalan tubuh– yang terjadi ketika zat makanan mengganggu sistem pencernaan Anda atau tidak dapat Anda cerna atau urai dengan sempurna. Intoleransi laktosa, yang ditemukan dalam susu dan produk susu, adalah intoleransi makanan yang paling umum.DiagnosisDiagnosis alergi biasanya dilakukan dengan kombinasi penelaahan riwayat medis pasien, pemeriksaan klinis dan tes untuk mendeteksi antibodi IgE. Cara yang lebih sederhana untuk mengidentifikasi reaksi makanan adalah rotasi diet, yang terdiri dari hanya mengkonsumsi makanan tertentu yang diganti setiap 3-4 hari sekali dalam dua atau tiga siklus. Cara ini dapat mengidentifikasi makanan penyebab alergi.PenangananSetelah mengetahui makanan yang menyebabkan alergi, Anda harus menghindarinya. Namun, terkadang hal ini bisa sulit karena ada bahan tersembunyi seperti zat aditif, kacang, kedelai, protein susu, dll yang mungkin tidak disebutkan dalam kemasan produk. Dalam hal ini, Anda sebaiknya selalu membeli produk dari merek yang sama, yang Anda ketahui tidak menimbulkan alergi. Pada kebanyakan kasus, penggunaan obat antihistamin dapat mengurangi pembengkakan dan gatal-gatal alergi.
Read More..

Buah Tidak Selalu Sehat

Makan buah itu sehat. Secara umum, hal itu memang benar. Buah kaya dengan vitamin, mineral, serat dan tidak mengandung lemak berbahaya. Buah tidak mengandung zat aditif buatan dan sangat baik untuk anak-anak karena mengandung nutrisi penting bagi pertumbuhan mereka. Namun, tidak semua buah sehat.1. PestisidaPestisida pada kulit buah meninggalkan residu yang dapat merembes hingga ke bagian dalam buah. Ada empat jenis pestisida yang populer yaitu captan, iprodione, malathion, dan karbaril. Captan dan iprodione diketahui dapat menyebabkan kanker (karsinogenik).Banyak buah-buahan yang disemprot pestisida sehingga sangat penting untuk mencuci atau mengupas buah sebelum memakannya. Jika Anda sering makan buah-buahan yang mengandung residu pestisida, Anda berisiko mendapatkan masalah kesehatan dalam jangka panjang.Buah terbaik adalah yang dibudidayakan secara organik. Anda dan anak-anak akan terhindar dari racun berbahaya dalam makanan Anda.2. PatogenBuah-buahan biasanya ditaruh di wadah yang paling terbuka di pasar dan supermarket. Beberapa orang hanya memegang-megang buah untuk memeriksa kondisinya lalu mengembalikannya. Orang-orang itu dapat memiliki banyak bakteri atau virus di tangan dan tubuh mereka. Banyak patogen yang juga ditularkan melalui udara yang dapat mencapai buah. Oleh karena itu, sekali lagi penting untuk mencuci buah sebelum memasukkan ke mulut.3. JamurBuah memiliki karakteristik mudah berjamur (membusuk). Jika di luar kelihatannya hanya ada sedikit yang berjamur, maka seringkali hifa jamur sudah berada pada sebagian besar buah, yang mungkin tidak terlihat dengan mata telanjang. Buah akan terasa basi meskipun bagian yang berjamur sudah dipotong.Jamur tidak baik bagi kesehatan karena dapat mengembangkan mikotoksin yang menimbulkan gangguan syaraf, pencernaan, jantung dan liver. Karena itu, Anda harus membuang buah yang berjamur meskipun tampaknya masih bisa dimakan.4. Reaksi alergiOrang dapat mengembangkan alergi terhadap segala hal, termasuk buah-buahan. Reaksi alergi dapat bervariasi dari sedikit gatal di mulut, ruam kulit, sampai muntah-muntah. Orang dengan sindrom iritasi usus besar dapat sangat sensitif terhadap buah-buahan tertentu.Sekali lagi, buah pada dasarnya sangat sehat bagi manusia dan mengandung nutrisi yang benar-benar diperlukan agar kita tetap sehat. Artikel ini bukanlah untuk menakut-nakuti Anda, tetapi hanya untuk mengingatkan. Jangan sampai kita menikmati buah yang tidak sehat namun tidak menyadari risikonya.
Read More..

Kanker dan Makanan

Laporan British World Cancer Research Fund dan American Institute for Cancer Research (1997) menyebutkan bahwa sekitar 30-40% kanker dapat dicegah melalui diet yang seimbang. Kebiasaan makan atau unsur tertentu dalam diet kita dapat mencegah atau memengaruhi perkembangan kanker. Oleh karena itu, mereka merekomendasikan dua hal sebagai berikut:1. Kebiasaan makan yang sehatHindari makanan dan kebiasaan makan tertentu yang dapat mendorong kanker: * Hindari obesitas dan rajin beraktivitas fisik. * Kurangi asupan lemak menjadi maksimum 30% dari total kalori. Batasi lemak yang berasal dari hewan. * Batasi konsumsi daging sampai 100 g per hari. Perbanyak daging putih (seperti ayam) daripada daging merah. * Kurangi makanan asin * Berhenti merokok. * Batasi konsumsi daging dan ikan bakar, terutama yang terbakar sampai hitam. * Jangan makan produk berjamur dan kurangi konsumsi keju. Berbagai jenis sereal dan kacang-kacangan rentan terhadap jamur, sehingga tidak boleh dimakan setelah tanggal kedaluwarsa.Obesitas berkaitan dengan hampir semua jenis kanker kecuali kanker paru-paru. Oleh karena itu disarankan untuk menjaga berat badan Anda dan mengurangi asupan lemak harian, walaupun mungkin tidak ada hubungan langsung antara diet lemak tinggi dan kanker.Berlawanan dengan kepercayaan populer, laporan tersebut tidak menemukan bukti zat aditif makanan (seperti pewarna dan penyedap sintetis) dan residu pestisida memicu terjadinya kanker, asalkan tidak melebihi standar yang ditetapkan.2. Memperbanyak agen anti kankerBanyak sifat gizi makanan yang menurunkan potensi kanker (anti-karsinogenik). Anti-karsinogenik potensial adalah makanan yang mengandung banyak vitamin A,C, E, asam folat, selenium, karotin, dan serat.Bagaimana berbagai senyawa itu bekerja melindungi kita dari kanker, masih banyak yang tidak diketahui dan agak simpang siur. Beberapa vitamin dan mineral menghambat pembentukan sel kanker. Serat makanan mempercepat pencernaan, sehingga potensi kontak karsinogen dengan dinding usus berkurang. Selain itu, beberapa jenis serat dan kalsium mengikat asam empedu, yang dapat mengiritasi sel-sel usus besar sehingga meningkatkan pembelahan sel.Kanker dapat dicegah dengan konsumsi buah segar dan sayuran. Menurut sebuah penelitian di Belanda, jumlah kasus kanker baru setiap tahun dapat dikurangi 7-21% jika rata-rata konsumsi harian buah dan sayuran ditingkatkan 120 gram. Untuk beberapa jenis kanker persentase penurunannya bisa mencapai 50%.Konsumsi buah-buahan dan sayuran segar tidak sepenuhnya dapat diganti dengan suplemen makanan. Pertama, karena tidak ada yang tahu persis zat apa yang terdapat pada setiap buah dan sayuran. Kedua, kemungkinan besar kombinasi zat-zat berbeda memiliki efek tertentu yang tidak terjadi bila bekerja terpisah.Pedoman PraktisBeberapa tips untuk menambah konsumsi buah dan sayuran dalam diet Anda: * Gunakan buah segar dalam puding dan makanan penutup lainnya * Pilih jus buah atau sayuran 100%, bukan minuman ringan * Selalu menyediakan buah di meja dan kulkas sebagai makanan ringan * Cobalah satu atau dua hidangan vegetarian seminggu * Ambil buah segar atau kering sebagai camilan di perjalanan, bukan kue atau permen * Kreatiflah dalam menyiapkan sayuran dengan berganti-ganti jenis dan variasi masakannya
Read More..

Jenis-Jenis Mineral yang Wajib Anda Ketahui

Seperti halnya vitamin, mineral adalah nutrisi penting untuk pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit. Mineral dan vitamin bertindak secara interaksi. Anda perlu vitamin agar mineral dapat bekerja dan sebaliknya. Tanpa beberapa mineral / vitamin, beberapa vitamin / mineral tidak berfungsi dengan baik. Perbedaan terbesar antara vitamin dan mineral adalah bahwa mineral merupakan senyawa anorganik, sedangkan vitamin organik.pillsphoto © 2006 Sarah (Rosenau) Korf | more info (via: Wylio)Mineral dapat diklasifikasikan menurut jumlah yang dibutuhkan tubuh Anda. Mineral utama (mayor) adalah mineral yang kita perlukan lebih dari 100 mg sehari, sedangkan mineral minor (trace elements) adalah yang kita perlukan kurang dari 100 mg sehari. Kalsium, tembaga, fosfor, kalium, natrium dan klorida adalah contoh mineral utama, sedangkan kromium, magnesium, yodium, besi, flor, mangan, selenium dan zinc adalah contoh mineral minor. Pembedaan jenis mineral tersebut semata-mata hanya berdasarkan jumlah yang diperlukan, bukan kepentingan. Mineral minor tak kalah penting dibandingkan mineral utama. Kekurangan mineral minor akan menyebabkan masalah kesehatan yang juga serius.Ketika pola makan Anda sehat dan bervariasi, Anda mendapatkan cukup mineral. Namun, bila pola makan Anda tidak seimbang atau Anda memiliki gangguan penyerapan mineral, Anda dapat mengalami kekurangan mineral. Dalam kondisi tersebut, Anda mungkin perlu mengambil suplemen mineral dan vitamin.Berikut adalah jenis-jenis mineral terpenting bagi tubuh kita:1. KalsiumAnda mungkin pernah mendengar orangtua Anda mengatakan bahwa susu baik untuk kesehatan. Susu memang makanan yang baik karena mengandung banyak kalsium. Meminum susu secara teratur memastikan Anda memiliki tulang yang kuat dan tumbuh dengan baik. Sampai Anda berulang tahun ke-30, tulang Anda terus tumbuh dan berkembang. Setelah Anda berusia 30 tahun, pertumbuhan tulang Anda tidak secepat penyusutannya. Jika Anda tidak mendapatkan cukup kalsium, tulang Anda akan keropos di usia 50 tahun. Kalsium dapat memperlambat proses ini.Kalsium adalah mineral terbesar yang dibutuhkan tubuh Anda. Sekitar 2-3 persen dari berat badan Anda adalah kalsium, di mana 98% tersimpan di dalam tulang dan gigi dan 1% di darah Anda. Selain untuk pemeliharaan tulang dan gigi, kalsium juga membantu kontraksi dan relaksasi otot, pembekuan darah, fungsi hormon, sekresi enzim, penyerapan vitamin B12 dan pencegahan batu ginjal dan penyakit jantung.Sumber: susu dan produk susu (keju, yoghurt, dll), telur, ikan, kacang-kacangan, dan sayuran hijau gelap.2. MagnesiumMagnesium membantu mengatur kadar kalium dan natrium dalam tubuh, yang terlibat dalam pengendalian tekanan darah. Magnesium berperan penting dalam pemeliharaan jaringan gigi, tulang dan otot, mengatur suhu tubuh, produksi dan transportasi energi, metabolisme lemak, protein dan karbohidrat, kontraksi dan relaksasi otot. Sebagian besar magnesium disimpan dalam tulang dan gigi, sebagian lain di dalam darah dan otot. Jika Anda tidak memiliki cukup magnesium dalam darah, tubuh Anda akan mengambilnya dari tulang Anda, yang pada gilirannya juga dapat menyebabkan tulang keropos.Sumber: susu, sayur-sayuran berdaun hijau, alpukat, pisang, coklat, produk kedelai seperti tempe atau tahu, biji-bijian dan kacang-kacangan.3. BesiDisimpan dalam hemoglobin (sel darah merah), zat besi membawa oksigen ke sel-sel tubuh dan membawa karbon dioksida keluar tubuh, mendukung fungsi otot, enzim, protein dan metabolisme energi. Kekurangan zat besi menyebabkan anemia, kelelahan, kelemahan, sakit kepala dan apatis.Ada dua jenis zat besi dalam makanan: besi heme mudah diserap tubuh dan ditemukan dalam daging, unggas dan ikan. Besi non-heme lebih sulit diserap tubuh dan terdapat dalam tumbuh-tumbuhan seperti kacang-kacangan, brokoli, bayam dan kangkung. Tubuh Anda dapat menyerap 20-40 persen besi dari sumber hewani dan 5-20 persen besi dari sumber nabati. Anda perlu makan lebih banyak sayuran untuk mendapatkan zat besi yang Anda butuhkan. Untuk meningkatkan penyerapan zat besi, Anda perlu bantuan vitamin C.4. Zinc (seng)Zinc terdapat di semua sel tubuh Anda, terutama di kulit, kuku, rambut dan mata. Jika Anda pria, Anda juga menyimpan zinc di prostat Anda. Zinc berperan penting dalam sintesis DNA dan RNA, produksi protein, insulin dan sperma, membantu dalam metabolisme karbohidrat, lemak, protein dan alkohol, berperan dalam mengeluarkan karbon dioksida, mempercepat penyembuhan, pertumbuhan, perawatan jaringan tubuh, dan mendukung indera seperti penciuman dan perasa. Kekurangan zinc menyebabkan gangguan pertumbuhan, kehilangan nafsu makan, penyembuhan lambat, rambut rontok, libido seks rendah, kehilangan rasa dan bau dan kesulitan beradaptasi dengan cahaya malam.Sumber: air, makanan berprotein tinggi seperti daging sapi, kambing, dan unggas, kerang, kepiting, lobster, kacang-kacangan dan biji-bijian.5. SeleniumKita membutuhkan selenium dalam jumlah kecil tetapi teratur untuk kesehatan liver (hati). Selenium banyak ditemukan dalam tanah, sehingga jumlah yang ditemukan dalam sayuran dan buah tergantung pada tempat penanaman dan metode pertanian yang digunakan. Tanaman yang dibudidayakan pada tanah yang terlalu sering diolah akan memiliki selenium yang rendah.Sumber: daging, ikan dan kacang-kacangan, susu dan produk susu, telur, susu ayam, bawang putih, bawang merah dan sayuran hijau.6. Kalium, Natrium dan KloridaKalium (sering disebut juga potasium), natrium dan klorida adalah mineral yang larut dalam darah dan cairan tubuh lainnya. Mereka terpecah menjadi ion-ion. Ketiga mineral tersebut membuat cairan dalam tubuh Anda tetap konstan dan tidak berfluktuasi. Mereka juga berperan penting dalam transportasi glukosa ke dalam sel dan pembuangan limbah, tekanan darah, transmisi impuls saraf, irama jantung dan fungsi otot. Kekurangan mineral-mineral ini menyebabkan mengantuk, kecemasan, mual, kelemahan, dan detak jantung tidak teratur.Sumber: hampir semua makanan kecuali minyak, lemak dan gula, tetapi dapat rusak/hilang jika makanan dimasak.7. Mineral lainnyaSelain mineral-mineral di atas, mineral lain yang dibutuhkan tubuh Anda adalah boron, kromium, tembaga, flor, yodium, mangan, molibdenum, nikel, silikon, timbal, dan vanadium. Selain itu, Anda juga membutuhkan dosis yang sangat kecil dari lithium dan aluminium. Tidak ada yang tahu mengapa Anda membutuhkan mineral-mineral tersebut dan berapa jumlah yang Anda butuhkan. Hal itu tidak begitu penting karena hampir tidak ada orang yang mengalami kekurangan nutrisi tersebut.
Read More..