Tampilkan postingan dengan label Ibu dan Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ibu dan Anak. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Agustus 2012

Mencegah Mencret (Diare) Pada Bayi dan Anak-Anak

Meskipun mencret dapat disebabkan oleh berbagai hal, mencegah mencret (diare)penyebab yang paling sering ialah infeksi dan gizi buruk. Dengan kebersihan dan makanan yang baik, kebanyakan penyakit mencret dapat dicegah.
Anak-anak dengan gizi jelek akan lebih sering menderita mencret dan meninggal, daripada anak-anak yang gizinya baik. Sebaliknya mencret sendiri dapat juga menyebabkan kekurangan gizi. Dan bila sebelumnya anak itu telah menderita kekurangan gizi, maka mencret tersebut akan cepat memperburuk keadaan.
Akibatnya, terjadilah lingkaran setan, di mana keadaan yang satu memperburuk keadaan yang lain. Berdasarkan hal ini, nutrisi yang baik sangat penting. baik dalam pencegahan maupun dalam pengobatan mencret.
Mencegah mencret (diare) tergantung kepada gizi yang baik dan kebersihan. Berbagai anjuran untuk kebersihan perorangan dan kebersihan lingkungan. Anjuran ini meliputi penggunaan jamban, pentingnya air bersih dan perlindungan makanan terhadap kotoran dan lalat.
Berikut ini beberapa saran penting untuk mencegah mencret (diare) pada bayi:
1. Pemberian air susu ibu kepada bayi lebih dianjurkan daripada pemberian susu botol. Berikan air susu ibu saja selama 4 bulan pertama. Air susu ibu akan membantu bayi bertahan terhadap infeksi yang menyebabkan mencret. Jika pemberian air susu itu tidak dapat dilaksanakan, berikan susu dengan gelas dan sendok. Jangan gunakan botol susu, karena botol susu sukar dijaga kebersihannya dan lebih sering menyebabkan infeksi.
2. Jika anda mulai memberikan makanan baru atau makanan padat kepada bayi, mulailah sedikit demi sedikit dan lumatkan dahulu sampai halus. Bayi harus belajar bagaimana cara mencernakkan makanan baru tersebut, dan jika ia mulai makan banyak sekaligus, ia dapat menderita mencret.
3. Jagalah agar bayi selalu bersih dan berada di tempat yang bersih.
4. Cegahlah agar anak tidak memasukkan barang-barang kotor ke dalam mulutnya.
5. Jangan memberikan obat-obatan yang tidak diperlukan kepada bayi.
Pengobatan mencret:
Bagi sebagian besar kasus mencret, obat-obatan tidak diperlukan. Jika mencretnya berat, bahaya paling besar ialah dehidrasi. Jadi, bagian paling penting dalam pengobatannya ialah memberikan cukup cairan dan makanan yang baik. Apa pun penyebabnya, yang penting perhatikan hal-hal berikut ini:
1. MENCEGAH ATAU MENGATASI DEHIDRASI.
Seorang yang menderita mencret harus minum cairan dalam jumlah banyak. Jika mencretnya berat atau terdapat tanda-tanda dehidrasi, berikan Minuman Rehidrasi, bujuklah agar ia mau meminumnya. Suruhlah menelan beberapa teguk setiap beberapa menit.
2. MEMENUHI KEBUTUHAN GIZI.
Seorang penderita mencret memerlukan makanan secepatnya setelah ia dapat makan kembali. Hal ini panting terutama bagi anak kecil atau bagi orang yang telah menderita kekurangan gizi. Bayi yang menderita mencret harus terus mendapatkan air susu ibu.
Ilmu Kebidanan : Patologi dan Fisiologi Persalinan, Oleh Harry Oxorn William R. Forte
Read More..

Rabu, 15 Agustus 2012

Tips Cara Mengatasi Anak Pemarah

Anak pemarah merupakan masalah bagi orang tua, bayangkan saja anak selalu marah-marah jika permintaannya tidak dituruti, bagaimana pusingnya orang tua dalam menghadapi anak yang seperti itu? Jika anak sedang emosi atau marah biasanya dilampiaskan dengan cara membanting pintu, melempar sesuatu, menendang meja, mengacaukan segala hal dan berteriak-teriak penuh kemarahan.
Rasa marah bisa timbul akibat banyak sebab, termasuk yang terjadi pada anak-anak. Terkadang orangtua ikut kesal jika anak selalu bertindak marah-marah. Berikut akan dipaparkan bagaimana mengatasi anak pemarah menurut versi Vera Farah Bararah.
Bagaimana cara mengatasi anak pemarah?
Sebenarnya ada dua perasaan dasar yang menyebabkan anak-anak memiliki sifat pemarah. yaitu:
  • Seorang anak memiliki kengintahuan dan kemauan yang kuat untuk melakukan sesuatu, tapi seringkali kemampuannya tidak sekuat keinginannya. Hal ini biasanya membuat ia kesal dan menuntunnya ke arah frustasi yang diungkapkan dengan marah-marah.
  • Kemauan dan keinginannya untuk cepat menjadi besar. Biasanya anak-anak akan merasakan hal ini jika orangtua sudah melarang-larangnya dengan kata “tidak”. Karena ia belum bisa menguasai emosinya secara logis, maka ia memilih mengekspresikannya ke luar melalui kemarahan.
Cara Mengatasi Anak Pemarah
Sifat anak yang pemarah bisa menjadi masalah bagi ibu dan anak. Karena itu orangtua perlu memaklumi sifat anaknya tersebut. Seperti dikutip dari The baby Book karangan William dan Martha Sears, Jumat (19/3/2012) ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meredamkan amarah, yaitu:
  • Mempelajari hal yang menyebabkan anak marah. Ketahui dengan pasti hal apa yang dapat memicu kemarahannya, seperti lapar, bosan, suasana lingkungan yang tidak mendukung atau lainnya. Dengan mengetahui penyebabnya, maka orangtua dapat mencegah kemarahan anak.
  • Memberikan contoh sikap tenang padanya. Anak mempelajari sesuatu dari apa yang dilihat dan dengarnya, karena itu penting untuk mencontohkan sikap tenang didepannya. Jika lingkungan disekitarnya suka marah-marah, maka anak akan menganggap bahwa perilaku ini merupakan hal yang wajar.
  • Ketahui siapa yang sedang marah. Bila orangtua adalah orang yang mudah emosi, maka akan sangat mudah bagi anak untuk memancing kemarahan dan berakhir dengan lomba saling teriak tanpa ada penyelesaian. Karena itu perlu diketahui siapa yang marah agar kondisi tetap terkendali.
  • Usahakan untuk tetap tenang meskipun berada di tempat umum. Sebaiknya orangtua tidak menunjukkan kemarahannya pada anak di depan banyak orang, karena anak akan semakin menunjukkan rasa marahnya. Jadi cobalah untuk menggendong dan membawanya ke tempat yang lebih sepi.
  • Memeluk dan merangkulnya erat seperti pelukan gaya beruang. Sebagian besar anak yang kehilangan kontrol akan menjadi lebih tenang saat dipeluk. Pelukan ini tidak akan terlalu mengekangnya, namun tetap memberinya keamanan dan kenyamanan yang dibutuhkan saat sedang marah.
  • Menahan diri adalah terapi yang baik. Tunggulah sampai ia tenang sebelum memulai konseling atau mengatasi permasalahannya, karena jika ia masih marah-marah kemungkinan Anda akan terpancing untuk ikut marah.
Sumber : belajarpsikologi.com
Read More..

Selasa, 14 Agustus 2012

Berbaring di Perut Langsingkan Bayi

DENGAN semakin maraknya epidemik obesitas, Anda tentu tak ingin hal itu juga dialami sang buah hati bukan? Maka itu, bagi para ibu baru, ada pencegahan efektif yang bisa dilakukan sedari dini yakni dengan membiarkan sang buah hati berbaring di atas perut setelah menyusui. 
Berbaring di Perut Langsingkan Bayi
Ibu yang membiarkan bayinya berbaring di perut mereka setelah menyusui dapat membantu mencegah obesitas kala bayi sudah dewasa kelak. Hal itu disebabkan berbaring di atas di atas perut membantu memperkuat leher bayi dan melatih gerakan otot motorik penting untuk gerakan lebih rumit seperti duduk, berguling, dan merangkak. 
Sebagai bagian dari Healthy Beginnings Trial, sebanyak 667 ibu baru dikunjungi oleh perawat pada periode antenatal kemudian saat sang anak berusia 1, 3, 5, 9, dan 12 bulan. 
Peneliti dari University of Sydney dan South Western Sydney Local Health Districts telah melakukan uji coba pada 2007 untuk mengumpulkan bukti efektivitas dari intervensi awal obesitas pada anak-anak. "Ini adalah penemuan yang sangat penting mengingat 21 persen anak laki-laki dan 18 persen anak perempuan berusia 2-3 tahun sudah berisiko kelebihan berat badan atau obesitas," kata Wen Li Ming dari University of Sydney yang memimpin penelitian ini. 
"Kelihatannya intervensi awal benar-benar dapat membuat perbedaan dalam jangka panjang," tambah Wen. "Selain itu, para ibu yang membaringkan bayi di atas perut juga terlihat memiliki hubungan yang lebih erat dengan anak pada tahun-yahun berikutnya," katanya seperti dikutip dari Sydney.edu.au,
Read More..

Jumat, 03 Agustus 2012

Rajinlah Ukur Kepala Bayi Agar Terhindar dari Hydrochepalus

img
Hydrochepalus adalah salah satu kondisi yang sebagian besar terjadi pada bayi dan bisa menyebabkan kecacatan. Lalu bagaimana caranya agar bisa terhindar dari hydrochepalus?
Hydrochephalus (kepala yang membesar) terjadi apabila terdapat penumpukan cairan di dalam otak anak. Kelebihan cairan dalam otak ini bisa memampatkan daerah di sekitarnya, jaringan otak menjadi rapuh, kerusakan otak dan jika tidak segera diatasi bisa berakibat fatal.
"Umumnya kondisi ini disebabkan oleh infeksi, yang banyak terjadi adalah infeksi toksoplasmosis," ujar dr Jan S Purba, PhD disela-sela acara acara promosi doktor Wismaji Sadewo di Ruang Sena Pratista FKUI, 
dr Jan menuturkan infeksi ini bisa bersarang di otak yang dapat mensimulasi bagian di otak sehingga menghasilkan banyak cairan, bisa juga infeksi ini mengakibatkan terjadinya penyumbatan.
Selain itu ada pula penyebab hydrochepalus lainnya yaitu akibat ubun-ubun yang tidak menutup. Saat bayi, ubun-ubun memang terbuka lalu seiring waktu akan menutup. Tapi jika ubun-ubun tidak menutup maka ketika tekanan di otak meningkat ia akan menyesuaikannya dan otak membesar.
"Pencegahan yang utama adalah mengetahui standar lingkar kepala, mengetahui apakah ada riwayat seperti toksoplasmosis pada si ibu serta menjaga asupan nutrisinya sehingga sistem kekebalan tubuh meningkat," ujar dokter yang juga mengajar di FKUI-RSCM.
Jika seseorang mengalami kekurangan gizi maka sistem ketahanan tubuhnya akan rendah yang membuat tubuh tidak mampu melawan bakteri atau apapun sehingga muncullah infeksi.
Setiap orangtua harus tahu ukuran lingkar kepala dalam masa pertumbuhan bayinya, kalau usia sekian maka lingkaran kepalanya sekian. Jika sudah berada di batas atas maka harus hati-hati, cobalah periksa kadar imunoglobulin si anak. Jika imuniglobulinnya meningkat maka harus bertindak melakukan pencegahan salah satunya dengan memberikan antibiotik.
"Pemberian antibiotik merupakan salah satu alternatif untuk mencegah perkembangan dari hydrocepalus, serta melakukan pemeriksaan antibodi sejak hamil," ujar dokter yang juga menjabat sebagai Ketua Neuroscience Research Unit.
Selain itu pasien hydrochepalus biasanya juga melakukan penyedotan untuk mengurangi jumlah cairan di otak. Cairan ini nantinya akan dialirkan ke tempat lain seperti rongga dada. Tapi jika selang yang digunakan untuk menyedot cairan ini sudah tertutup, maka harus diganti.
detikhealth.com
Read More..

Mengetahui Kesehatan Bayi Lewat Kotorannya

img
Di dalam popok bayi bersembunyi informasi mengenai jumlah, warna dan konsistensi kotoran yang ditinggalkannya. Perubahan warna, diare dan frekuensi buang kotoran dapat memberi tahu kesehatan bayi Anda.
"Informasi dari kotoran itu banyak dan itu tergantung dari apa yang dimakan," kata Kenneth Wible, MD, profesor pediatri di University of Missouri dan direktur pediatri medis di Children's Mercy Hospitals and Clinics di Kansas City.
Bayi yang mendapat ASI umumnya memiliki kotoran lebih banyak dan lebih tipis daripada bayi yang diberi susu formula. Tetapi jumlah kotoran lima sampai enam tinja per hari cukup normal.
Menurut Barry Steinmetz, MD, seorang ahli gastroenterologi anak di Miller Children's Hospital Long Beach Calif0rnia, frekuensi buang air besar pada anak-anak sangat bervariasi. "Beberapa anak akan naik sampai tujuh atau delapan kali sehari," katanya. Bayi lainnya mungkin setiap hari.
Apa yang isi popok bayi katakan tentang kesehatannya? Kapankah harus khawatir tentang apa yang ada di dalam popok? Berikut saran ahli yang dikutip dari WebMD, 
Konsistensi
Seringkali bayi buang air besar dalam jumlah banyak. Hal itu disebabkan karena sebelum berumur enam bulan, dokter menyarankan bayi untuk mendapat nutrisi secara eksklusif dari susu. Bayi yang disusui, kotorannya jauh lebih cair serta gumpalan susu dalam tinja jauh lebih halus dan lebih kecil.
Sedangkan tinja yang sangat keras atau seperti kerikil perlu mendapatkan pemeriksaan dokter. Terkadang hal ini dapat berarti anak mengalami dehidrasi. Tanda-tanda lain dari dehidrasi termasuk berkurangnya air mata, kurangnya air liur dan mata terlihat cekung dan terdapat titik lembut pada kepala bayi. Titik itu disebut anterior fontanelle, ruang antara dua tulang di bagian atas tengkorak bayi. Titik tersebut muncul hingga sekitar bayi berusia 2 tahun.
Kebanyakan orang tua khawatir karena melihat bayi mereka berwajah merah seperti menahan sakit ketika buang kotoran. Wajah tersebut mengindikasikan tegang dan sembelit, namun tidak selamanya itu sembelit.
"Itu karena bayi tidak tahu bagaimana caranya mendorong dan mengontraksikan otot-otot perut. Dan lagi, mereka tidak dibantu oleh gravitasi seperti ketika Anda duduk di toilet," jelas Steinmetz.
Tapi pada usia 1 tahun, kebanyakan anak-anak telah belajar dan tahu cara mengkontraksikan otot perut dan tak lagi menunjukkan wajah sakit tersebut.
Tanda-tanda Diare
Ketika mengalami diare, orang tua kadang-kadang sulit mengetahui apa yang mereka hadapi karena kotoran bayi memang pada dasarnya lembek. Mencari tahu perubahan halus dalam kotoran bayi sering dianggap buang-buang waktu.
Hubungi dokter Anda segera jika ada diare, terutama pada bayi yang baru lahir. Hal ini dapat menandakan sesuatu yang lebih serius, seperti virus atau penyakit sistemik lain yang berbahaya bagi anak-anak yang sangat muda.
Apa Artinya Warna?
Kotoran bayi sering berubah warna tetapi untuk sebagian besar kasus, hal itu tidak perlu dikhawatirkan. "Warna tidak banyak kaitannya dengan apa pun kecuali waktu transit makanan (dalam sistem bayi) dan empedu yang datang melalui saluran pencernaan," kata Steinmetz.
Perubahan warna kotoran bayi menunjukkan:
Kuning berarti susu bergerak melalui sistem pencernaan bayi dengan cepat.
Ketika proses melambat, kotoran menjadi hijau dan tidak perlu dikhawatirkan orang tua.
Ketika lebih lambat, kotoran berubah menjadi coklat.
"Itu sebabnya bayi sering memiliki tinja bewarna kuning, karena mereka memiliki waktu transit yang sangat cepat," kata Steinmetz.
Warna yang Perlu Diperhatikan
Warna-warna utama yang harus mendapat perhatian orangtua dan segera mendapat pertolongan dokter anak adalah warna putih, merah dan hitam.
1. Kotoran putih menunjukkan infeksi atau masalah empedu, cairan yang dihasilkan oleh hati untuk membantu pencernaan.
2. Hitam menandakan darah ikut dicerna dalam saluran gastrointestinal
3. Merah menunjukkan darah segar yang bisa datang dari usus besar atau rektum.
Kadang-kadang bayi baru lahir menelan darah ibu mereka saat menyusui karena rusaknya kulit payudara Ibu. Darah tersebut muncul bersama tinja mereka. Hal itu tidak perlu dikhawatirkan dan dokter dapat melakukan tes sederhana untuk mengatakan darah tersebut milik siapa.
Terkadang, warna hijau berlendir dapat disebabkan oleh virus yang umumnya menyerang bayi. Jika anak Anda memiliki kotoran hijau dan gejala diare, demam, atau lekas marah, hubungi dokter anak Anda.
Makanan Padat dan Perubahan yang Diakibatkan
Ketika anak Anda mulai makan makanan padat, berharaplah lebih banyak konsistensi dan perubahan warna kotoran anak Anda. "Kapan akan berubah tidak dapat diprediksi, tetapi akan berubah," kata Steinmetz.
Tanda-tanda khas yang benar-benar perlu dikhawatirkan dalam kotoran bayi adalah darah dalam tinja, muntah darah dan perut kembung. Jika ada masalah yang membuat Anda terbangun di malam hari, jangan ragu untuk menghubungi dokter.
detikhealth.com
Read More..

Tanda-tanda Bayi Harus Dibawa ke Dokter

img
Setiap orangtua selalu berusaha menjaga bayinya agar sehat, namun kadang kondisi demam dan infeksi tidak dapat dihindarkan. Tidak perlu panik ketika bayi Anda sakit, pahamilah kapan bayi sakit perlu diperiksakan ke dokter.
Saat bayi menangis, bahkan orangtua yang memiliki banyak pengalaman pun tetap sulit membedakan kerewelan normal atau bayi menangis karena sakit. Inilah saatnya untuk menghubungi dokter untuk mengetahui apakah bayi memerlukan penangan darurat atau tidak seperti yang dikutip dari MayoClinic, Rabu (3/8/2012).
Jika mengarah pada gejala penyakit yang memerlukan penanganan serius, setidaknya tidak terlambat untuk mendapatkan penanganan dari dokter. Tanda dan gejala yang perlu diperhatikan pada bayi, antara lain:
1. Penurunan nafsu makan
Jika bayi mengalami penurunan nafsu makan selama beberapa hari dan semakin parah, maka periksakanlah ke dokter.
2. Perubahan suasana hati
Jika bayi lesu, selama beberapa hari dan semakin memburuk, maka periksakanlah ke dokter.
3. Kemerahan pada daerah pusar dan daerah kemaluan
Jika pada daerah pusar dan kemaluan bayi kemerahan atau bahkan mengeluarkan cairan atau berdarah, segera periksakan ke dokter.
4. Demam
Demam ringan pada bayi memang sering terjadi dan biasanya tidak berbahaya, namun sebaiknya suhu tubuh bayi tetap dipantau. Jika bayi Anda lebih muda dari usia 3 bulan, hubungi dokter untuk demam apapun. Jika bayi Anda usia 3 bulan atau lebih dan memiliki suhu mulut lebih rendah dari 102 F (38,9 C), kondisikan bayi untuk banyak istirahat dan banyak asupan cairan.
Hubungi dokter jika bayi Anda tampak sangat mudah marah, lesu atau tidak nyaman. Jika bayi Anda memiliki suhu mulut dari 102 F (38,9 C) atau lebih tinggi, berikan bayi Anda asetaminofen (Tylenol atau yang lain). Hubungi dokter jika demam tidak turun atau berlangsung lebih lama dari satu hari.
5. Diare
Jika feses (kotoran) bayi sangat encer atau berair, maka periksakanlah ke dokter.
6. Muntah
Sesekali muntah masih normal, tetapi jika bayi sampai memuntahkan sebagian besar pemberian makanan dan minuman atau muntah banyak setelah menyusui, segera periksakanlah ke dokter.
7. Dehidrasi
Jika bayi tidak mengompol selama 6 jam atau bayi menangis tanpa mengeluarkan air mata dan kondisi rongga mulutnya kering (seperti tidak ada air minum), segera periksakanlah ke dokter.
8. Sembelit
Jika bayi Anda buang air besar lebih sedikit dari biasanya selama beberapa hari, maka periksakan ke dokter.
9. Pilek
Jika bayi pilek hingga mengganggu pernapasannya dan berlangsung lebih dari dua minggu, atau disertai dengan batuk parah, maka segera periksakan ke dokter.
10. Telinga bermasalah
Jika bayi tidak memiliki respon normal terhadap suara atau memiliki cairan mengalir dari telinganya, segera periksakanlah ke dokter.
11. Ruam
Jika ruam mencakup area yang luas, terutama jika ruam disertai dengan demam, maka segera periksakanlah ke dokter.
12. Keluar lendir dari mata
Jika satu atau kedua mata kemerahan dan berlendir, segera periksakanlah ke dokter.
Tidak ada salahnya untuk selalu membawa bayi Anda check up ke dokter, saat check up setidaknya akan diketahui kondisi kesehatan bayi dan saat ada kelainan akan dapat ditangani sedini mungkin.
detikhealth.com
Read More..

Jumat, 20 Juli 2012

9 Dampak Jika Anak Kurang Tidur

Anak-anak yang sering mengalami kesulitan dalam menerima pelajaran di sekolah atau berkonsentrasi mengerjakan tugasnya sering disalahartikan menderita gangguan perilaku berupa sulit memusatkan perhatian atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).
Tapi sebenarnya jika diamati lebih jauh lagi, anak yang susah berkonsentrasi banyak yang disebabkan karena anak Anda kurang waktu istirahat atau tidur. Hal inilah yang seringkali tidak disadari oleh para orang tua.
Gangguan tidur pada anak terbukti bisa mempengaruhi seluruh anggota keluarga. Anak usia sekolah membutuhkan setidaknya 10 - 12 jam tidur per hari. Pekerjaan rumah, olahraga, kegiatan sesudah sekolah, TV, komputer, dan permainan video game serta kesibukan orang tua dapat berkontribusi pada kurangnya waktu tidur untuk anak-anak.
Sebuah penelitian baru-baru ini telah menunjukan dampak dari seorang anak yang kurang tidur. Diantaranya adalah mudah lelah di siang hari, kesulitan dalam konsentrasi, mudah marah dan frustrasi, serta kesulitan modulasi impuls dan emosi. Berikut ini adalah berbagai macam efek yang ditimbulkan akibat anak kurang tidur:
1. Tidur di kelas. Ini adalah suatu yang alami bahwa jika seorang anak kurang tidur di malam hari, akibatnya ia pasti tidur di kelas keesokan harinya. Ini berdampak pada hilangnya informasi yang diberikan oleh guru dan mungkin hanya mendengarkan setengah hati. Anak tidak akan merasa segar dan energik.
2. Kurang konsentrasi. Kurang tidur akan menyebabkan kelelahan pada anak dan ia tak akan bisa fokus dengan baik pada pelajaran yang penting.
3. Pemarah. Kurang tidur dapat menyebabkan anak mudah tersinggung atau perilaku yang cenderung hiperaktif, sehingga sulit bagi anak-anak untuk berkonsentrasi di sekolah.
4. Penurunan IQ. Para peneliti di University of Virginia menemukan anak-anak yang menderita insomnia mengalami penurunan kecerdasan. Mereka juga dapat skor nilai lebih rendah di sekolah dan mungkin tidak mampu mengembangkan hubungan baik dengan teman sebaya. Para ahli berpendapat bahwa tidur bisa melindungi memori ingatan dari gangguan. Semakin cepat Anda tidur setelah belajar untuk ujian, semakin besar kemungkinan Anda untuk mengingatnya nanti.
5. Masalah emosional. Kurang tidur dapat meningkatkan hormon stres kortisol. Akibatnya bisa terjadi masalah yang berkaitan dengan depresi dan kecemasan. Hal ini dapat membuat anak merasa sedih, marah, lelah, mual dan khawatir sepanjang waktu. Karena dia hanya seorang anak, jadi sulit baginya untuk dapat mengetahui bagaimana menangani emosi-emosi negatif. Anak hanya bisa menangis, kehilangan semua harapan dan kepercayaan diri. Ketakutan mungkin mulai bersarang di dalam pikirannya.
6. Masalah Berat Badan. Sebuah studi dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health menemukan bahwa kurang tidur pada anak dapat menyebabkan obesitas. Diketahui, untuk setiap jam tambahan tidur pada anak, risiko berat badan turun sebesar 9 persen. Penelitian ini juga menemukan bahwa anak-anak yang kekurangan tidur 92 persen lebih mungkin mengalami kegemukan pada saat dewasa daripada mereka yang cukup tidur.
7. Sulit berpikir logis. Kurang tidur mengakibatkan kelelahan dan bisa membunuh kemampuannya untuk berpikir dengan cara yang logis. Pikiran yang aktif sangat penting untuk seorang anak dapat berpikir logis. Semua pelajaran anak pelajari di sekolah mungkin akan hilang karena kurang tidur.
8. Pengembangan ADHD. Sebuah studi yang dilakukan oleh University of Michigan dan diterbitkan dalam jurnal Pediatrics menemukan bahwa sleep apnea, mendengkur dan gangguan tidur lainnya dapatmemberikan kontribusi terjadinya ADHD pada anak-anak. Orang tua dari anak-anak dengan Attention Deficit Disorder (ADD) biasanya menilai anak-anak mereka lemah dan sering gelisah saat tidur. Bahkan pada beberapa kasus ditemukan anak tersebut lebih sering bangun pada malam hari dibandingkan teman sebaya mereka.
9. Diabetes. Ini adalah satu lagi efek buruk dari kurang tidur pada anak. Kurang tidur pada anak mempengaruhi penyerapan glukosa. Menurut American Diabetes Association, berkurangnya dua jam waktu tidur per malam untuk satu minggu berkaitan dapat mempengaruhi resistensi insulin, sehingga meningkatkan risiko diabetes. Risiko obesitas karena kurang tidur juga dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 di kemudian hari.
Read More..

Sabtu, 14 Juli 2012

Membiasakan Anak Sikat Gigi Sejak Bayi!

Bayi menyikat gigi? Tentu tidak bisa dibayangkan. Apalagi membayangkan bayi memegang sikat giginya sendiri, menaruh odol pada sikat giginya, lalu pergi ke depan cermin untuk menyikat giginya.
Kerusakan gigi memang sering dialami oleh anak-anak. Terutama mulai di usia balita, gigi depan mulai menghitam karena lubang. Proses terjadinya kerusakan gigi itu sendiri berlangsung cukup lama, bahkan mungkin dimulai saat gigi si kecil akan tumbuh.
Bagaimana itu terjadi? Jawaban yang sangat sederhana. Hal ini ada hubungannya dengan rendahnya kepedulian orangtua terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, dalam hal ini termasuk kesehatan rongga mulutnya. Padahal kesehatan rongga mulut yang tidak diperhatikan, akan sangat berdampak kepada perkembangan kemampuan anak secara keseluruhan. Oleh karena itu, kesehatan rongga mulut tidak boleh dianggap remeh.
Anak dengan gigi yang bermasalah, akan membuat dia sulit makan dan mengunyah. Akibatnya, si anak cenderung memilih makanan yang kurang bergizi. Secara tidak langsung, akan mempengaruhi kesehatan perkembangan dan pertumbuhan anak secara keseluruhan.
Pertama Kali Menyikat Gigi
Perlukah membersihkan gigi dan rongga mulut bayi? PERLU!!! Bahkan sebelum gigi susu tumbuh, sebaiknya dibiasakan untuk membersihkan rongga mulut si bayi. Dalam hal ini gusi dan pipi bagian dalam, serta punggung lidah.
Caranya sangat sederhana, yakni dengan menggosoknya secara lembut dengan kasa yang dibasahi dengan air hangat. Yang digosok adalah gusi, pipi bagian dalam, serta lidah bayi. Pembersihan rongga mulut bayi ini sebaiknya setelah minum air susu ibu. Sebab penumpukan sisa-sisa air susu yang tertinggal di mukosa rongga mulut akan menyebabkan infeksi jamur, khususnya pada lidah. Lidah seringkali menjadi bagian yang diabaikan pada saat membersihkan rongga mulut. Pada bayi, lidah perlu dibersihkan dari sisa-sisa susu yang mengumpul di lidah. Memang pada awalnya bayi mungkin mempunyai refleks rasa mual, namun apabila dibiasakan maka akan makin terbiasa.
Setelah gigi mulai tumbuh, gunakan sikat gigi kecil dengan bulu sikat yang lembut. Lebih disarankan lagi untuk menggunakan sikat gigi kecil yang terbuat dari karet yang lunak dan tidak mengandung racun (toksik). Mudah kok menemukan sikat gigi karet ini. Bisa dibeli di supermarket terdekat. Beberapa merek lokal sudah memproduksi sikat gigi jenis ini, jadi tidak perlu bingung dan bimbang.
Sebagai tahap awal, jangan menggunakan pasta gigi terlebih dahulu. Sebab apapun yang masuk ke mulut, anak cenderung untuk menelannya. Kecuali anak sudah dapat berkumur. Untuk berkumur pun, gunakanlah air bersih.
Sedikit repot tidak apa. Yang penting si anak dapat terbiasa membersihkan rongga mulutnya. Dan kebiasaan ini harus dimulai sejak dini.
Tips Sukses Menyikat Gigi si Kecil
Orangtua sebaiknya memperhatikan hal-hal berikut:
Cara menyikat gigi / membersihkan gusi dan pipi
Bayi baru lahir (belum punya gigi). Pada posisi duduk, ibu memangku anak dengan tangan kiri. Sementara tangan kanannya menyiapkan kasa yang diberi air hangat. Lakukan pengusapan pada rongga mulut bagian dalam, terutama pada gusi, lidah, dan lipatan pipi bagian dalam.
Bayi sudah mulai bergigi. Dengan posisi duduk, gunakan sikat gigi berbulu paling halus, tanpa pasta gigi.
Waktu. Sebagaimana orang dewasa, menyikat gigi sebaiknya setelah makan dan sebelum tidur malam.
Gunakan kasa bersih / steril yang dibasahi air hangat atau sikat gigi dengan kepala kecil dengan bulu sikat halus.
Salam gigi sehat!
sumber: kompasiana
Read More..

Rabu, 04 Juli 2012

Anak yang Terlambat Bicara Belum Tentu Autis

img
Normalnya, perkembangan kemampuan berbicara dimulai pada usia 2 tahun dan ditandai dengan mengucapkan kalimat-kalimat sederhana. Keterlambatan berbicara anak sering dihubungkan dengan gangguan autisme atau ketidakmampuan untuk berinteraksi dengan lingkungan sosialnya. 
Tapi penemuan terbaru menemukan tidak ada hubungan antara anak yang terlambat berbicara dengan gangguan perilaku. Psikolog anak meminta orangtua tidak perlu naik dan menyarankan untuk menunggu dan mengamati hingga usia anak 5 tahun. 
Hal ini karena perbedaan emosi dan perilaku tidak teramati meski anak belum terampil berbicara hingga umur 5 tahun. 
Menurut penelitian terbaru yang dimuat di jurnal Pediatrics, hubungan antara ketrampilan berbicara dengan gangguan emosi dan perilaku hanya tampak pada usia 2 tahun. Pada usia ini, anak-anak yang kemampuan bicaranya hanya 15 persen dari rata-rata cenderung rewel. 
Meski begitu, orangtua tidak perlu buru-buru mengonsultasikan perbedaan perilaku anaknya tersebut pada psikiater. Langkah yang dianjurkan oleh para peneliti adalah wait and see, yakni mengamati perkembangan si anak hingga mencapai umur 5 tahun. 
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Andrew Whitehouse tersebut, perbedaan perilaku tidak teramati lagi pada usia 5 tahun meski anak tersebut masih belum terampil berbicara. Artinya kemampuan bicara belum tentu berhubungan dengan gangguan emosi dan perilaku. 
"Saya pikir keterlambatan berbicara pada anak bukan satu-satunya faktor yang memicu gangguan emosi dan perilaku di kemudian hari," ungkap Whitehouse yang juga seorang psikolog anak diUniversity of Western Australia seperti dikutip dari Livescience, Senin (4/7/2012). 
Dalam penelitian tersebut Whitehouse mengamati 1.245 anak yang lahir antara tahun 1989-1991. Setelah mensurvei orangtuanya saat berusia 2 tahun, Whitehouse kembali mengamati perkembangan anak-anak tersebut pada usia 5, 8, 10, 14 dan 17 tahun.
detikHealth
Read More..

Vaksin Flu saat Hamil Turut Lindungi Bayi

Vaksin Flu saat Hamil Turut Lindungi Bayi
APABILA Anda ingin mendapatkan vaksin flu, tapi tak merasa yakin karena tengah mengandung, kini tak perlu segan. Anda bisa tetap mendapatkan vaksin flu, bahkan mendapat bonus, bayi di kandungan Anda juga akan mendapatkan perlindungan yang sama. 
Hasil itu didapatkan melalui studi kolaboratif oleh para peneliti di Wake Forest Baptist Medical Center. Mereka menemukan menemukan bahwa imunisasi dengan vaksin influenza selama kehamilan dapat mengurangi kemungkinan bayi yang baru lahir mengalami flu. 
Penelitian itu pun menyebutkan bayi yang lahir dari ibu yang menerima vaksin saat hamil, hampir 50 persen berisiko lebih kecil dirawat karena flu daripada bayi yang lahir dari ibu yang tidak menerima vaksin saat hamil.
Oleh karena itu, dianjurkan agar semua perempuan hamil untuk menerima vaksin flu selama kehamilan. Karena, perempuan hamil memang mengalami peningkatan morbiditas dan mortalitas selama kehamilan jika mengalami flu, kata Katherine A. Poehling, seorang profesor pediatri dan peneliti utama studi tersebut. 
Seperti diketahui pula, ibu mengalirkan sistem antobodinya melalui plasenta ke bayi. Studi ini menunjukkan bahwa dengan menerima vaksin flu selama kehamilan tidak hanya melindungi ibu, tetapi juga melindungi bayi pada bulan-bulan awal kehidupan, katanya. Studi ini muncul dalam American Journal of Obstetri dan Ginekologi edisi Juni 2012. (Pri/OL-06)
Read More..

Minggu, 01 Juli 2012

Hal Unik yang dipikirkan bayi

 
Ini mungkin sudah menjadi pertanyaan rutin setiap ibu. Setiap kali menatap dalam ke mata bayinya, sang ibu akan bertanya: "Apa sih yang kau pikirkan, nak? Susu? Bebek-bebekan? Atau apa?"
Ternyata, menurut penulis buku "The Philosophical Baby" Alison Gopnik, otak bayi bekerja lebih keras daripada yang kita bayangkan. "Hingga sekitar 20 tahun yang lalu, para ilmuwan mengira bahwa bayi itu egosentris dan tidak logis," ujar Gopnik. "Namun kami menemukan bahwa, dalam banyak hal, bayi dan balita tahu, belajar dan berpengalaman lebih banyak bahkan dibandingkan orang dewasa!"
Seperti dilansir MSN Lifestyle, berikut beberapa temuan menarik Gopnik:
1. Bayi sudah mengerti Anda sejak dini. 
Selama ini orang menganggap bahwa anak-anak tidak akan bisa memahami pikiran orang lain hingga berusia tujuh tahun. Namun penelitian terbaru menunjukkan bahwa mereka sudah mulai memahami sejak tujuh bulan. "Bahkan bayi yang masih sangat kecil tahu bahwa orang memiliki keinginan dan tujuan," ujar Gopnik. "Ketika melihat Anda menggapai sebuah benda, bayi mengerti bahwa Anda ingin memegangnya."
2. Balita tahu bahwa teman khayalannya tidak nyata. 
Menurut Gopnik, hampir 70 persen anak-anak memiliki teman khayalan. Bersahabat dengan teman khayalan adalah cara mereka untuk memahami dunia. "Pada usia tiga atau empat, anak-anak mengerti bahwa teman khayalannya tidak nyata," kata Gopnik. "Tapi untuk mencoba memahami orang lain, mereka mulai membayangkan kemungkinan bagaimana jika orang itu tingginya sepuluh kaki atau tidak terlihat orang lain."
3. Anak-anak butuh jawaban bak tanaman perlu air. 
Ketika anak Anda terus-menerus bertanya: "Mengapa, mengapa, mengapa?" dia sebenarnya bukan sedang berusaha untuk mengganggu Anda. Menurut Gopnik, anak memang tak tahan untuk tidak bertanya. "Anak-anak terdorong untuk mencari tahu mengenai dunia sebanyak mungkin," katanya. "Untuk itulah mereka mendesak orang dewasa demi jawaban."
Untuk itu, kuncinya adalah bersabar, beri mereka jawaban dan persiapkan diri untuk menghadapi hari-hari di mana Anda akan ditekan anak demi sebuah jawaban.
kaskus.us
Read More..

Selasa, 12 Juni 2012

Ajak Anak Olahraga Sejak Dini

Masih bayi sudah olahraga? Betul! Bayi pun perlu aktif laiknya orang dewasa. Manfaatnya besar bagi perkembangan fisik maupun otak bayi, lho! Mulai usia sebulan  Tiap manusia yang sehat, mulai bayi hingga lanjut usia butuh aktivitas fisik, tanpanya sendi dapat menjadi kaku bahkan otot dapat mengecil. Olahraga bisa dimulai sejak bayi berusia di atas satu bulan di mana pada usia kurang dari satu bulan, kondisi bayi sangat rentan dan mudah terserang penyakit karena sistem kekebalannya yang masih rendah. Selain itu, bayi harus sehat. Bila dalam kesehariannya saja bayi sukar bergerak misalnya terkena penyakit tertentu atau kurang gizi sebaiknya olahraga tidak dilakukan. Dapat berbahaya bagi keselamatan bayi.: Teratur dan berkesinambungan  Walau olahraga pada bayi tampak seperti aktivitas keseharian pada umumnya, misalnya menggerakkan kaki, tangan ataupun mainan, namun semuanya harus dilakukan secara terprogram, teratur dan berkesinambungan.Artinya, jika bayi hanya bergerak semaunya tanpa ada program atau pencatatan, belum bisa dikatakan ia berolahraga. Nah, mau tahu olahraga apa yang cocok untuk bayi? Ini dia!1. RenangMerupakan olahraga pertama yang aman untuk diperkenalkan pada bayi. Ya, pasalnya bayi Anda sudah terbiasa 'berenang' di dalam cairan ketuban selama sembilan bulan dalam kandungan. Juga, penelitian menyebutkan, berenang sejak bayi akan bermanfaat pada perkembangan fisik, konsentrasi, gerak refleks, kecerdasan dan perilaku sosial mereka saat memasuki usia kanak-kanak.Anda bisa mengenalkan renang saat bayi berusia dua bulan. Caranya? Jika si kecil belum mampu mengangkat kepala, cukup letakkan tubuhnya pada telapak tangan moms lalu letakkan di atas permukaan air sehingga ia akan bebas menggerakkan tangan dan kakinya. Namun bila bayi sudah mampu mengangkat kepala, gunakan ban khusus untuk bayi agar ia bisa mengapung di air dan menggerakkan kaki dan tangan sesukanya. Lakukan berkisar 10-15 menit, tiga kali seminggu. Jangan terlalu lama karena bisa menimbulkan hipotermi yang mengakibatkan bayi mengalami stres dingin (cold stress).2. Senam bayi (infant exercise) Merupakan suatu bentuk permainan gerakan. Bermanfaat merangsang pertumbuhan dan perkembangan serta kemampuan pergerakan bayi secara optimal. Bisa mulai dilakukan saat bayi berusia tiga bulan. Bayi yang melakukan infant exercise umumnya lebih cepat berbicara, memiliki nafsu makan lebih baik, tidur lebih lelap, dan tumbuh kembangnya lebih cepat dibandingkan bayi yang tidak melakukan infant exercise. Berikut contoh infant exercise bertujuan meningkatkan kekuatan otot-otot lengan atas dan gerak bahu- yang bisa dilakukan tiga kali dalam seminggu.Lakukan pengulangan sebanyak 4 kali untuk setiap gerakan:1. Letakkan bayi dengan posisi tidur telentang dengan kedua tangan lurus di samping badan (posisi awal)2. Gerakkan lengan bayi ke atas, lalu kembali ke posisi awal.3. Gerakkan kedua lengan bayi ke samping, lalu kembali ke posisi awal.4. Gerakkan lengan bayi menyilang di depan tubuh, kembali ke posisi awal.5. Gerakkan lengan bergantian hingga menyentuh kuping bayi, lalu kembali ke posisi awal.:3. Latihan lainDengan menggerakkan badan, berguling, memindahkan barang, duduk dan berdiri, bayi pun telah melakukan olahraga, walaupun sederhana.Lakukan latihan di bawah ini sesuai dengan usia dan perkembangan bayi::0–3 bulanHingga bayi berusia 3 bulan, gerakan refleks masih dominan, salah satunya refleks menggenggam (grasp). Nah, latihan menggenggam ini baik untuk dilakukan. Caranya? Letakkan jari telunjuk Anda di telapak tangan si kecil, maka secara refleks ia akan menggenggamnya. Lakukan ini secara teratur setiap hari.4–6 bulanPada usia 4-5 bulan, umumnya bayi mulai bisa tengkurap dan telentang fungsi motorik sudah lebih baik. Anda bisa melatihnya untuk berguling berputar ke kiri atau ke kanan untuk melatih kekuatan otot dan dada. Pada usia enam bulan, bayi sudah mulai bisa duduk dan mulai senang melempar atau menjatuhkan sesuatu. Anda bisa memanfaatkan hal ini untuk melatih kekuatan lengannya.Beri dia bola kain atau mainan yang bersih. Biarkan ia melempar, menjatuhkan mainan dan memungutnya, atau memindahkan mainan dari tangan satu ke tangan lainnya.7–9 bulanMerangkak adalah kemampuan bayi yang menonjol pada masa ini, sehingga Anda bisa mengajaknya berolahraga dengan melatihnya merangkak dengan meletakkan bayi di ruangan yang luas dan bersih. Letakkan mainan misalnya bola dan mainkan bola tersebut agar si kecil tertarik untuk mengambilnya.10–12 bulanPada usia ini bayi mulai belajar berdiri, merambat dan berjalan. Untuk melatih kekuatan otot kaki, Anda dapat mendudukkan bayi di permukaan lantai atau kasur dan membiarkan ia mencoba berdiri sendiri hingga akhirnya duduk kembali, lakukan sebanyak beberapa kali.Bisa juga meletakkan mainan kesukaannya di tempat yang tinggi. Anak akan berusaha meraihnya dengan merambat dan memanjat ke tempat yang lebih tinggi. Jika bayi sudah mampu berjalan beberapa langkah, latih ia untuk meraih mainan pada jarak yang sudah Anda tentukan dan tingkatkan secara bertahap. Ingat, selalu awasi bayi saat melakukan hal ini.Habis olahraga, pijat!  Setelah berolahraga, sebaiknya lakukan pijatan pada bayi khususnya pada daerah yang dilatih untuk mencegah rasa nyeri dan pegal sehabis berolahraga. Selain itu, pijat bayi juga bermanfaat untuk mencegah gangguan tidur. Sehingga saat bangun tidur, daya konsentrasi bayi akan lebih meningkat.Melalui pijatan, peredaran darah si kecil menjadi lebih lancar. Energinya juga bertambah karena gelombang oksigen yang segar akan lebih banyak dikirim ke otak dan ke seluruh tubuh bayi.Si kecil olahraga, apa yang harus kita lakukan... • Memastikan keamanan lingkungan Ujung meja yang tajam dan lantai yang licin merupakan contoh dari keadaan lingkungan yang perlu Moms waspadai, guna mencegah bayi mengalami cidera saat berolah raga. Sebaiknya berolahraga di ruangan yang luas dan kosong.• Memilih waktu yang tepat Sebaiknya dilakukan pagi hari, karena udara masih segar dan bayi bisa memeroleh sinar matahari. Olahraga yang tepat akan membuat tubuh menjadi bugar. Ditakutkan, bila berolahraga pada sore atau malam hari, bayi malah merasa segar dan tidak tidur cepat.• Memerhatikan perkembangan dan mencatatnya Selalu catat perkembangan bayi dari hari ke hari. Contoh, hari ini si kecil mampu merangkak sejauh dua meter, besoknya empat meter. Dengan adanya sistem pencatatan, Anda bisa mengetahui apakah ada perkembangan atau justru kemunduran kemampuan si kecil. Dan dari sana bisa ditelaah apa penyebabnya mungkin ia sakit atau bosan.• Melakukan evaluasi dan re-program Evaluasi penting untuk menilai apakah latihan yang dilakukan masih sesuai atau tidak untuk si kecil. Misal, sekarang si kecil mampu mengangkat kepala padahal seminggu yang lalu belum. Tentu saja olahraga yang dilakukan harus disesuaikan dengan kemampuannya yang sekarang (re-program).Jadi kenalkan Anak dengan Olahraga. Melalui Olahraga Anak dapat tumbuh dengan sempurna.SUMBER
Read More..

Kamis, 07 Juni 2012

Rangsang Kerja Otak Anak Lewat Game!

Main game (Foto: Google)
ANAK zaman sekarang tentu tak asing dengan sejumlah game yang beredar di pasaran. Tak jarang Moms resah karena buah hatinya lebih banyak menghabiskan waktu dengan bermain game daripada belajar.         
 
Eits, jangan selalu menuduh game itu negatif Moms! Menurut dr Arman Yurisaldi S MS SpS, game dapat melesatkan kerja otak lho. Tak percaya?
 
Dokter spesialis saraf di RS Satyanegera Sunter – Jakarta ini akan berbagi informasi seputar bagian otak dan kaitannya dengan game:  
 
Otak Depan Bawah (Prefrontal)
Fungsi: area yang menentukan suatu rencana dilaksanakan atau tidak. Tersimpan nilai-nilai agama, moral, adat-istiadat yang menjadi rambu-rambu tindakan yang dipelajari sejak kecil.   
 
Skor:
1. Memerlukan daya dan konsentrasi pengambil keputusan yang sederhana, tidak dibatasi waktu.
 
Jenis gamepermainan lucu, misal Beetle Crazy Cup.  
2. Memerlukan daya konsentrasi pengambil keputusan yang cepat. Dibatasi waktu, namun batasan waktu yang makin lama makin sempit. (Sedang)
 
Jenis gamepermainan multiplayer-dimainkan lebih dari 1 pemain; permainan petualangan, contoh: grand the ft auto IV; tembakan; solitaire; permainan aksi; permainan olahraga, misal Pro Evolution Soccer (PES); permainan lomba, contoh Need for Speed; Call of Duty; dan SimCity 4.
 
3. Memerlukan daya konsentrasi guna mengambil keputusan yang sangat cepat, dibatasi waktu yang semakin lama semakin cepat.
 
Jenis gameCatur; Tetris; Age of Empires II: The Age of Kings; Civilization; dan Sudoku.  
 
Otak Kiri
 
Fungsi: area yang menentukan kemampuan berbahasa dalam menjelaskan ide-ide. Disebut pula daerah logika matematika.   
 
Skor:
1. Memerlukan logika sederhana.
 
Jenis gamepermainan lucu, misal Beetle Crazy Cup. 
 
2. Memerlukan logika kompleks.
 
Jenis gamepermainan multiplayer; permainan petualangan, contoh grand the ft auto IV; tembakan; solitaire; permainan aksi; permainan olahraga, misal Pro Evolution Soccer (PES); permainan lomba, contoh Need for Speed; Call of Duty; dan SimCity 4.
 
3. Memerlukan logika kompleks, serta daya urai/analisis pemecah masalah yang lebih mendetail/deskriptif.
 
Jenis gameCatur; Tetris; Age of Empires II: The Age of Kings; Civilization; dan Sudoku.    
 
Otak Kanan
 
Fungsi: Melihat kemampuan seni seperti melukis, membuat puisi, novel, berkata-kata halus dalam berbahasa.    
 
Skor:
 
1. Memerlukan daya visuospasial (orientasi letak suatu benda dalam ruangan yang sederhana), seperti letak benda dalam satu posisi dalam ruang. Contoh letak suatu balok yang bergeser.
 
2. Memerlukan suatu daya orientasi benda di dalam ruangan yang bergerak dari suatu posisi menuju posisi lain dengan aneka posisi. Tanpa dibatasi batas keleluasannya. 
 
Jenis gamecatur.
 
3. Memerlukan suatu daya orientasi benda di dalam ruangan yang bergerak dari satu posisi menuju posisi lain, namun dibatasi.
 
Jenis gamepermainan multiplayer; permainan petualangan-contoh grand the ft auto IV; tembakan; solitaire; permainan aksi; permainan olahraga, misal Pro Evolution Soccer (PES); permainan lomba, contoh Need for Speed; permainan lucu, misal Beetle Crazy Cup; Tetris;  Age of Empires II: The Age of Kings; Call of Duty; Civilization; SimCity 4 dan Sudoku.   
 
Otak Kecil 
 
Fungsi: area yang melibatkan pemikiran (kognitif); perasaan (afektif); kemandirian (otonom); fokus, perhatian (atensi); pemimpin, pengambil keputusan (eksekutif); dan memori.     
 
Skor:
1. Memerlukan ketepatan daya pemikiran mencapai suatu sasaran yang tidak terlampau sulit dan tidak dibatasi waktu. 
 
2. Memerlukan daya ketepatan perkiraan mencapai suatu sasaran yang tidak terlampau sulit, namun perlu daya pemikiran yang tidak dapat sekali pandang. Dapat dengan tepat mencapai sasaran. 
 
Jenis gamepermainan lucu, misal Beetle Crazy Cup;  Age of Empires II: The Age of Kings; dan SimCity 4.
 
3. Memerlukan daya pikiran ketepatan yang tinggi dalam mencapai sasaran, tidak dapat dilakukan dalam sekali pandang dan dibatasi waktu yang semakin sempit.
 
Jenis gamepermainan multiplayer; permainan petualangan-contoh grand the ft auto IV; tembakan; solitaire; catur; permainan aksi; permainan olahraga, misal Pro Evolution Soccer (PES); permainan lomba-contoh Need for Speed; Tetris; Call of Duty; Civilization; dan Sudoku.   
 
Sirkuit Penghargaan (Reward)
 
Fungsi: Ada zat kimia dalam otak yang disebut dopamin. Zat inilah yang membuat anak memiliki rasa senang, bahkan ketagihan dalam belajar.    
 
Skor:
 
1. Tidak ada penghargaan terhadap suatu pencapaian.  
2. Ada penghargaan namun dengan angka skor yang rendah pertambahannya, walaupun aktivitas untuk mencapai skor cukup sulit.
 
Jenis gamepermainan lucu, misal Beetle Crazy Cup.   
3. Terhadap keseimbangan antara aktivitas mencapai keberhasilan dan pencapaian skor penilaian secara berimbang.
Jenis gamepermainan multiplayer; permainan petualangan-contoh: grand the ft auto IV; tembakan; solitaire; catur; permainan aksi; permainan olahraga, misal: Pro Evolution Soccer (PES); Tetris; Age of Empires II: The Age of Kings; Call of Duty; Civilization; SimCity 4; dan Sudoku.     
 
Sirkuit Papetz (Emosi dan Memori)
 
Fungsi: Jalur utama pada otak besar dan berperan mengontrol emosi.     
 
Skor:
 
1. Permainan dengan tingkat emosi yang tidak terlalu menggembirakan, tak perlu memerhatikan tahapan-tahapan berlatih.  
 
2. Permainan dengan tingkat durasi yang sedang dengan tahapan-tahapan tertentu.  
 
Jenis gamepermainan lucu, misal Beetle Crazy Cup.
 
3. Permainan dengan suasana yang menggembirakan dan tahapan-tahapan kompleks yang bila permainan itu dilanjutkan, maka semakin mempermudah penghapalan langkah-langkahnya.
 
Jenis gamepermainan multiplayer; permainan petualangan-contoh: grand the ft auto IV; solitaire; catur;permainan aksi; Pro Evolution Soccer (PES); permainan lomba-contoh: Need for Speed; Tetris; Age of Empires II: The Age of Kings; Call of Duty; Civilization; SimCity 4; dan Sudoku. 
 
Keterangan: 
Skor 1: Ringan
Skor 2: Sedang
Skor 3: Berat  (Semakin tinggi skor, semakin berefek positif pada aktivasi otak).
Namun ada permainan yang nilai skornya 3, tapi bersifat agresif misal Civilization (sebaiknya frekuensi main dikurangi). Permainan yang disarankan adalah Tetris.  
 
Aturan Bermain Game
 
Do’s 
- Bagi anak usia 9-12 tahun, disarankan bermain game selama 1 jam per hari.
- Masukkan daftar waktu senggang anak dengan bermain game.   
 
Dont’s
- Hindari game yang sifatnya mengandung unsur pertandingan atau kekerasan. Sebab, game jenis itu melatih tindakan agresif destruktif.
- Pilihlah jenis permainan yang bersifat pertandingan. Karena permainan ini memacu diri, tanpa menjatuhkan lawan. (Sumber: Mom & Kiddie)
Read More..